AYOJAKARTA.COM - Sebuah penelitian menunjukkan bahwa tsunami dengan ketinggian 34 meter berpotensi terjadi di Pantai Selatan Jawa Barat.
Dengan ketinggian tersebut, bukan tidak mungkin tsunami ini akan melebihi Tsunami Aceh 2004.
Tsunami ini disebut lebih dahsyat dari Tsunami Aceh pada tahun 2004 karena dapat berpotensi menyebabkan gempa bumi dengan magnitude 8,9 skala richter.
Pada laporan penelitian yang baru-baru ini dirilis, peneliti Indonesia tidak menyebutkan secara pasti waktu kejadian.
Jika gempa dengan 8,9 skala richter ini terjadi, dapat diikuti oleh tsunami seperti yang terjadi di Aceh.
Sebelumnya pada tahun 2004, Provinsi Aceh yang berada di bagian paling barat Indonesia pernah diterjang tsunami.
Saat itu, kekuatan tsunami yang menimpa Aceh pada 26 Desember 2004 mencapai magnitude 9,1.
Bencana alam tersebut mengakibatkan setidaknya 180.000 orang meninggal.
Bahkan, peristiwa ini disebut sebagai bencana paling mematikan dalam sejarah Indonesia.
Bukan tidak mungkin, tsunami yang diprediksi oleh peneliti terjadi di wilayah selatan Jawa Barat dengan ketinggian 34 meter akan menyamai atau bahkan melebihi dahsyatnya Tsunami Aceh.
Baca Juga: Waspada! Peneliti Ungkap Tsunami 34 Meter Berpotensi Terjadi di Pantai Selatan Jawa Barat
Melalui Jurnal Hazard, peneliti menemukan aktivitas tektonik yang dapat menyebabkan gempa dengan kekuatan daya yang sangat besar terjadi di wilayah sekitar Jawa Barat.
Tidak hanya itu, peneliti menyebut daerah yang berisiko terkena tsunami 34 meter ini yaitu bagian tenggara Pulau Sumatera.
Peneliti menaksir potensi ketinggian tsunami menggunakan peta dapat mencapai lebih dari 1000 pusat gempa dengan magnitudo empat atau lebih.
Hal tersebut setara dengan skala magnitudo 4 atau lebih berdasarkan data tahun 2009 sampai dengan 2020.
Gempa bumi dan tsunami sering terjadi di Indonesia karena Indonesia merupakan salah satu negara dengan gunung aktif yang paling banyak di dunia.
Selain itu, Indonesia juga terletak di kawasan cincin api pasifik atau lingkaran api pasifik sehingga menyebabkan risiko lebih tinggi terjadi gempa bumi dan tsunami.***