AYOJAKARTA.COM – Sosok Siti Khadijah yang merupakan istri Nabi Muhammad ternyata merupakan sosok yang disegani pada masa hidupnya.
Siti Khadijah sendiri merupakan istri yang pertama dari Nabi Muhammad.
Berdasarkan informasi sejarah, Siti Khadijah berusia lebih tua dari pada Nabi Muhammad.
Baca Juga: Ramaikan Hari Pembukaan IMOS 2022, Yamaha Luncurkan Produk Terbaru XMAX Connected
Namun meski begitu, kakek dari Nabi Muhammad tetap merestui pernikahan keduanya.
Meski usianya terpaut jauh, namun Siti Khadijah merupakan Wanita yang sangat disegani karena kepandaiannya.
Padahal Siti Khadijah merupakan bagian dari kaum bangsa Quraisy, dimana bangsa tersebut terkenal dengan penduduknya yang ummiyyin (orang yang buta huruf ).
Dikutip AyoJakarta.com dari akun Intagram resmi Ppalanwarsarang pada 21 April 2021, Kyai Haji Maimoen Zubair menceritakan mengenai asal muasal kepandaian yang dimiliki oleh Siti Khadijah tersebut.
Baca Juga: Sisi Baik dan Buruk Orang yang Lahir Bulan November, Cek Karakter Lengkapnya di Sini!
Mbah Moen menuturkan ketika Siti Khadijah memasuki usia dewasa yakni sekitar 27 atau 28 tahun ia dianugerahi ketertarikan terhadap kitab taurat dan injil.
Dimana kedua kitab tersebut berisi perihal sifat-sifat nabi akhir zaman.
“Saat usia Khadijah menginjak 27 atau 28 yang mana itu adalah usia dewasa, beliau dianugerahi ketertarikan pada kitab taurat dan injil perihal sifat-sifat nabi akhir zaman.” ujar Mbah Moen.
Kemudian Mbah Moen menjelaskan jika kepintaran yang dimiliki oleh Siti Khadijah tersebut tak lain karena didikan gurunya yang bernama Waroqoh Bin Naufal.
Baca Juga: Terseret Kasus Investasi Bodong, Ivan Gunawan Penuhi Panggilan Kejaksaan Sebagai Saksi
Seperti yang dikatakan oleh Mbah Moen, “Khadijah pintar seperti itu dikarenakan mempunyai guru yaitu Waroqoh Bin Naufal.”
Menurut penjelasan Mbah Moen, Waroqoh Bin Naufal adalah seseorang yang paling pandai pada masa itu.
“Beliau (Waroqoh Bin Naufal) adalah seseorang yang menunggu datangnya nabi akhir zaman, dia adalah orang yang paling pintar.” Tutur Mbah Moen.
Lebih lanjut Mbah Moen menjelaskan, “Dalam sejarah diterangkan bahwa meskipun Mekah itu orang-orangnya ummi (buta huruf), akan tetapi tiada orang yang cerdik, pandai dan pintar tentang kitab-kitab kuno seperti halnya Waroqoh Bin Naufal yang mempunyai murid Bernama Sayyidah Khadijah.” ***