AYOJAKARTA.COM – Kiai Bahauddin Nursalim, lebih populer dengan panggilan Gus Baha, kini menjadi salah satu kiai yang diakui kealimannya di Nahdlatul Ulama (NU).
Bukan cuma di NU, ketinggian ilmu Gus Baha yang merupakan murid kinasih salah satu kiai kharismatik Maimoen Zubair, sering disebut Mbah Moen, juga diakui ulama di luar kalangan nahdliyin.
Sebagai ulama, Gus Baha mewarisi ilmu dari Mbah Moen dan bapaknya, Kiai Nursalim, adalah paket lengkap. Beliau hafal Quran, banyak hafal hadits, ahli tafsir, ahli fiqih dan juga ushul fiqh.
Dalam satu pengajiannya yang diunggah ke YouTube, Gus Baha memberikan penjelasan panjang lebar tentang Surat Al Mulk atau kadang disebut Surat Tabarok.
Menurut murid Mbah Moen itu, Surat Al Mulk atau Surat Tabarok dapat menyelamatkan orang yang hafal dari siksa kubur.
Gus Baha pun bercerita tentang seorang yang selama hidupnya mungkin sering fasik sehingga layak menerima siksa kubur. Namun yang bersangkutan ternyata hafal surat Al Mulk atau Tabarok.
Saat malaikat hendak menghukum orang fasik itu, tiba-tiba surat Al Mulk atau Tabarok menjelma menjadi ‘seseorang’ dan melakukan pembelaan untuk si fasik.
“Kalau engkau menyiksa orang ini, berarti menyiksa saya,” begitu kata surat Al Mulk atau Tabarok kepada malaikat seperti diceritakan Gus Baha.
Murid Mbah Moen itu bercerita bahwa malaikat tersebut urung menyiksa orang yang hafal surat Al Mulk atau Tabarok.
“Kamu ini termasuk kalamullah. Tentu aku tidak berani menyiksa kamu,” begitu kata malaikat seperti dituturkan Gus Baha.
Singkat cerita, terjadi perdebatan antara malaikat dengan ‘seseorang’ yang merupakan jelamaan Surat Al Mulk atau Tabarok.
Menurut malaikat, orang itu fasik sehingga layak mendapatkan siksa kubur. Akan tetapi kata Surat Al Mulk, sefasik-fasiknya orang itu, dia hapal surat Tabarok.
Akhirnya malaikat dan Surat Al Mulk atau Tabarok, menurut Gus Baha, menghadap kepada Allah.
“Ini orang setiap hari datang ke saya. Dari sekian surat yang ada di Al Quran, orang ini milih saya. Yang dipelajari dan dihafalkan juga. Jika orang ini hafal saya tidak ngefek ke dia untuk tidak disiksa. Maka mendingan saya tidak termasuk Qur’an saja,” kata Surat Mulk atau Tabarok seperti dituturkan oleh Gus Baha.
Akhirnya, menurut murid Mbah Moen itu, Allah menerima permintaan dari surat Al Mulk atau Tabarok dan memerintahkan malaikat tidak menerapkan siksa kubur terhadap orang fasik yang menghafal surat itu.
Baca Juga: 10 Pesan Cinta Kiai Maimoen Zubair: Nomor 7 Jangan Bersedih Kata Mbah Moen
Tentang Gus Baha
Gus Baha bernama lengkap Ahmad Bahauddin Nursalim. Kiai muda ini berasal dari Sarang, Rembang, Jawa Tengah. Dia sosok yang yang berusaha menguatkan tradisi intelektual pesantren dan tasawuf.
Selain kepada ayahnya, Kiai Nursalim, Gus Baha juga melewati masa remaja dengan belajar Al Quran pada KH Maimoen Zubair (Mbah Moen) di Pondok Pesantren Al-Anwar Karangmangu, Rembang.
Gus Baha adalah sedikit dari ulama tafsir yang dimiliki Indonesia. Dia memiliki tafsir mendalam dan menjadi Ketua Lajnah Mushaf di Lembaga Tafsir Al-Quran Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta.
Ceramah dan kajian-kajian Gus Baha bertebaran di media sosial. Video yang beredar di media sosial membuat murid Mbah Moen ini memiliki ribuan pengikut setia di platform media sosial YouTube, Facebook, Twitter, Instagram dan belakangan TikTok.
Baca Juga: Sudah Awal Bulan Nih, Ini Info KJP November 2022 & KJMU Tahap 2 Kapan Cair
Gus Baha masuk dalam jajaran Rais Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan anggota Dewan Tafsir Nasional.
Demikian penggalan pengajian Gus Baha yang membahas bahwa penghafal Surat Al Mulk atau Tabarok dapat terselamatkan dari siksa kubur.