AYOJAKARTA.COM - Sebagai umat muslim melaksanakan solat sudah menjadi kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan.
Solat merupakan cara umat muslim untuk berdoa kepada Allah.
Solat sendiri dalam islam ada 5 waktu yakni Subuh, Dhuhur, Ashar,Magribh dan Isya.
Masing-masing waktu sholat tersebut ada yang memiliki rakaat berbeda.
Untuk sholat subuh sendiri terdapat dua rakaat.
Kemudian untuk solat dhuhur, ashar dan juga isya terdapat 4 rakaat di dalamnya.
Sedangkan khusus untuk salat magribh terdapat tiga rakaat yang harus dikerjakan.
Dalam setiap rakaat ada yang namanya tahiyat.
Gerakan tahiyat dalam salat ini dibagi menjadi tahiyat awal dan tahiyat akhir.
Kecuali untuk salat subuh hanya ada tahiyat akhir saja dikarenakan hanya ada dua rakaat.
Mungkin bagi kita tahiyat hanya sebuah gerakan yang wajib dilakukan saat menjalankan ibadah solat.
Baca Juga: Ditangkap Karena diduga Kasus Narkoba, Kapolri Batalkan TR Irjen Teddy Minahasa Jadi Kapolda Jatim
Namun dikutip AyoJakarta.com dari kanal Youtube Ziip Production pada (8/22), kyai Maimoen Zubair menjelaskan bahwa ada makna khusus dibalik gerakan tahiyat dalam salat.
Tahiyat yang kita lakukan ternyata memiliki arti kita bisa naik menuju langit Allah.
“Tahiyat itu untuk kita naik ke langit, naiknya Rasulullah ke langit.” ujar Mbah Moen.
Namun yang dimaksud oleh Mbah Moen bisa naik ke langit itu adalah amal kita.
“Jadi amal kita itu dinaikkan.” tutur Mbah Moen.
Lebih lanjut Mbah Moen menegaskan sekali lagi, “Kapan kita ke langit ? Saat kita takhiyat.”
***