Khazanah

Pesan dari Mbah Moen: Jika Mau Masuk Surga, Tinggalkan Harta Dunia!

Oleh: Dyah Arum Ratri Selasa 11 Okt 2022, 16:40 WIB
Ingin Terhindar dari Penyakit dan Kesialan? Kata Mbah Moen Cukup dengan 19 Huruf Ini!

AYOJAKARTA.COM - Menjadi sukses dan juga kaya raya pasti impian wajar setiap orang.

Apalagi hidup di dunia seperti sekarang ini mau tidak mau segalanya memang membutuhkan uang.

Jangankan untuk membeli sesuatu, bahkan untuk sekedar memarkirkan kendaraan kita saja pasti perlu membayar.

Kondisi seperti sekarang ini yang kadang membuat manusia di era modern mati-matian mencari uang.

Padahal sesungguhnya hal tersebut merupakan salah satu sifat duniawi yang harus dihindari.

Baca Juga: Meski Nasib Diujung Tanduk, Ekspresi Tak Bersalah Kuat Ma’ruf dan Tampak Menantang Wartawan Jadi Sorotan

Salah-salah karena terlalu fokus mengejar harta duniawi, kita justru jadi lupa mengejar yang lebih penting yakni akhirat.

Kenyataanya masuk surga tidak diukur dari banyaknya harta yang kita miliki melainkan dari ketaqwaan dan keimanan kita kepada Allah SWT.

Dikutip AyoJakarta.com dari akun Instagram Ppalanwarsarang pada (2/8/22), hal tersebut juga diungkapkan oleh Kyai Maimoen Zubair.

Kyai kenamaan asal Rembang tersebut menanyakan kepada jamaahnya, “Lha jika orang yang tidak punya apa-apa itu langsung (masuk surga) apa tidak ?”

Kemudian Mbah Moen melanjutkan, “Masuk surga mau ditanyai apa ? Tidak mempunyai (harta) dunia.”

Mbah Moen melanjutkan dengan mencontohkan melalui keteladanan Rasul.

Baca Juga: Kuat Maruf Ikut Andil dalam Pembunuhan Brigadir J, Padahal Dulu Keduanya 'Bestie', Foto Ini jadi Bukti!

“Oleh karena itu Kanjeng Nabi tidak mempunyai harta

Seluruh istri beliau dipanggil (kala itu).” ujar Mbah Moen.

Mbah Moen kemudian bercerita jika kala itu Nabi Muhammad menanyakan kepada semua istrinya seperti berikut, “Kalian cinta dunia tidak ? Kalau cinta dunia mintalah uang, berapapun saya beri, tapi kalian saya cerai!”

Lalu dijelaskan oleh Mbah Moen “Sehingga semua Nabi nakhmu’aasyurol’anbiyya’ laanuurosumaa taroknaahu sodaqoh.”

Potongan ayat tersebut memiliki arti,”Kami para Nabi tidak mewariskan, apa yang kami tinggalkan menjadi sodaqoh.”

Dilanjutkan oleh Mbah Moen ayat berikutnya,  “Falaanukhyiyyanahhu khayaa tann toyyibah.”

Dimana ayat tersebut memiliki arti, “Maka kami berika ia kehidupan yang enak, Memiliki kehidupan yang layak.

Baca Juga: Update Laporan KDRT Lesti Kejora, Inilah Sosok Saksi Ketujuh atas Tindakan KDRT Rizky Billar yang DiPeriksa

Mbah Moen juga menegaskan kembali jika manusia sekarang obsesinya ingin menjadi kaya saja sehingga mereka mengejar kekayaan dunia mati-matian sampai dapat tetapi akhiratnya tidak.

“Nah umumnya orang itu ingin kaya ya bisa kaya maka dari itu, dahulu orang kalau setelah haji itu bertambah kaya.” tutur Kyai Maimoen Zubair.

“Orang sekarang setelah haji malah dikejar-kejar bank” imbuh beliau.

Mbah Moen juga menuturkan jika, “(Nabi) di akhirat nanti  walanajziyanaahum ajrohum bi akhsani maa kaanuu ya’maluun(Dan kami balas mereka dengan sebaik apa yang telah mereka kerjakan).”

“Kelak diakhirat berkehidupan yang layak.” pungkas Mbah Moen.

***

Reporter Dyah Arum Ratri
Editor Dian Naren