Khazanah

Naskah Khutbah Jumat Khusus Maulid Nabi: Menjaga Akhlak Generasi Muda di Zaman Modern

Oleh: Rifqi Nur Fauzi Kamis 06 Okt 2022, 19:43 WIB
Ilustrasi naskah khutbah Jumat berjudul 'Maulid Nabi Tiba, Jaga Akhlak Generasi Muda.'

AYOJAKARTA.COM – Maulid Nabi Muhammad SAW akan jatuh mulai dari Jumat (7/10/22) malam, sampai hari Sabtu (8/10/22).

Sehubungan dengan itu, terdapat naskah khutbah Jumat yang bisa dijadikan sebagai referensi untuk ceramah, khususnya sebelum salat Jumat dilaksanakan.

Naskah khutbah Jumat berikut ini memiliki judul “Maulid Nabi Tiba, Jaga Akhlak Generasi Muda.”

Berikut naskah khutbah khusus Maulid Nabi seperti yang dihimpun dari NU Online.

Baca Juga: Beredar Foto Putri Candrawathi Tanpa Masker dan Make Up di Kejagung, Warganet Komentar Wajahnya Berubah-Ubah

Naskah Khutbah Jumat Maulid Nabi

الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَه لَاشَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن. أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: لَقَدْ جَاۤءَكُمْ رَسُوْلٌ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ عَزِيْزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيْصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِيْنَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ . فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُلْ حَسْبِيَ اللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ ۗ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ

Maasyiral Muslimin rahimakumullah.

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT. Shalawat dan salam senantiasa kita haturkan kepada Nabi Muhammad SAW yang selalu kita nantikan syafaatnya di hari kiamat kelak. Aamiin.

Saat ini, kita telah masuk ke dalam bulan Rabiul Awal, di Indonesia lebih akrab dengan sebutan bulan Maulid.

Awal mula disebutnya bulan Maulid karena memang merupakan bulan ketika Nabi Muhammad SAW lahir, sosok paling mulia yang kita nantikan syafaatnya.

Untuk mendapatkan syafaat tersebut, kita diperintah untuk senantiasa bershalawat. Bahkan, Malaikat dan Allah SWT juga bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Hal ini disebutkan dalam Al-Quran surah Al-Ahzab ayat 56 yang berbunyi:

اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

Artinya : “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.

Baca Juga: Tembok MTsN 19 Jakarta Roboh Memakan Korban Siswa Sekolah

Maasyiral Muslimin rahimakumullah.

Nabi Muhammad SAW hadir ke dunia ini dengan sebuah misi yang sangat penting, yaitu memperbaiki akhlak manusia salah satunya.

Misi ini menjadi tanda bahwa akhlak merupakan bagian yang sangat penting dalam kehidupan manusia.

Akhlak yang baik akan membawa perdamaian dan ketentraman dalam interaksi manusia dengan sekitarnya.

Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Bukhari, Baihaqi, dan Hakim:

إِنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخَلاقِ

Artinya: “Sungguh aku diutus menjadi Rasul untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.”

Baca Juga: Berapa Kekayaan Lesti Kejora ? Simak Harta Istri Rizky Billar yang Mewah dan Fantastis di Sini

Kepribadian seorang muslim bisa dilihat daripada akhlaknya, bahkan para ulama sering menyebut istilah yang berbunyi “Al-Adabu fauqal ilmi” yang memiliki arti bahwa adab, tata krama, akhlak, di atas ilmu.

Artinya, pada setiap diri umat muslim harus mengutamakan adab, tata krama, serta akhlak dibandingkan dengan ilmu.

Dalam sebuah pendidikan, aspek afektif (sikap dan karakter) seharusnya lebih dikedepankan dibandingkan dengan aspek kognitif (kepandaian).

Maka dari itu, para tenaga pendidik dan orang tua seharusnya bisa mendidik anaknya untuk memiliki karakter dan sikap dayng baik, bukan hanya memiliki kepandaian saja.

Di era yang modern ini, pendidikan karakter dan akhlak bagi para generasi muda sangatlah penting.

Hal ini karena adanya tantangan dan godaan di tengah perkembangan zaman yang semakin sulit untuk dikendalikam.

Akibat perkembangan teknologi dan informasi yang sangat cepat, ancaman degradasi moral terlihat di depan mata.

Kita bisa melihat bagaimana akhlak para pemuda mulai tereduksi akibat gaya hidup yang ada di zaman modern.

Mulai dari tindakan kriminal, asusila, berkurangnya kepedulian sosial, serta menurunnya rasa sosial dan kemanusiaan dari generasi mudah sudah bisa terlihat dalam kehidupan sehari-hari.

Saat ini, dunia maya dan ponsel lebih menarik dibandingkan dengan berinteraksi dan bersosialisasi di dunia nyata.

Kebiasaan untuk berkomentar di media sosial tanpa memandang siapa yang berbicara sampai terbawa dalam kehidupan nyata.

Bahkan, para generasi muda mulai menyamakan cara dan pandangan mereka terhadap teman dan orang tua.

Mudahnya berkomunikasi, berinteraksi, dan mencari informasi menjadi salah satu aspek yang bertanggungjawab akan sikap malas yang dimiliki generasi muda saat ini.

Mereka menjadi mudah menyerah atas tantangan yang dihadapi karena kebiasaan untuk melakukan hal dengan mudah.

Baca Juga: Jadi Bukti Kuat Suami Ayu Dewi Selingkuh dengan Denise Chariesta: dari Bunga hingga Video Ini

Maasyiral Muslimin rahimakumullah.

Fenomena yang telah terjadi ini harusnya menjadi renungan bagi setiap orang, baik orang tua sampai anak muda.

Momentum yang tepat ini, dalam Maulid Nabi Muhammad SAW bisa mejadi saat yang tepat untuk membangun kembali akhlak para generasi penerus bagsa.

Aktivitas yang dilakukan harus dipantau, akhlak para generasi muda ini harus dijaga dan mempertimbangkan mana yang lebih diutamakan antara akhlak atau kepintaran.

Rasulullah bersabda dalam hadits yang diriwayatkan Thabrani dari Ibnu Umar:

خَيْرُ النَّاسِ أحْسَنُهُمْ خُلُقًا

Artinya: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling baik akhlaknya.”

Sudah saatnya di bulan Maulid ini kita kembali meneladani akhlak Nabi yang merupakan suri tauladan terbaik sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an surat Al-ahzab ayat 21:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاۗ

Artinya: “Sungguh, pada (diri) Rasulullah benar-benar ada suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat serta yang banyak mengingat Allah.”

Baca Juga: 2 Contoh Teks Pidato Maulid Nabi Muhammad SAW Singkat Pendek untuk SD dan SMP

Maasyiral Muslimin rahimakumullah.

Selain menjadikan momentum ini untuk menjaga akhlak para generasi muda, alangkah baiknya kita juga memanfaatkanya untuk memperbaiki kuantitas dan kualitas kecintaan kita kepada Nabi Muhammad SAW.

Shalawat demi shalawat harus senantiasa kita lantunkan untuk mendapatkan syafaat Nabi Muhammad di hari kiamat kelak.

Kita tidak tahu ibadah mana yang akan diterima di sisi Allah, oleh karena itu kuantitas dan kualitas dari setiap ibadah harus bisa kita jaga.

Doa dan sholawat juga harus senantiasa kita panjatkan untuk meraih rahmat dari Allah SWT.

Dari sebuah hadits yang disampaikan oleh Imam Bukhari, diketahui ada seorang sahabat yang tidak merasa rajin menjalankan ibadah tetapi memiliki kecintaan yang besar kepada Rasulullah dan Allah SWT.

Nabi Muhammad kemudian mengatakan bahwa orang-orang seperti itu nantinya akan dikumpulkan bersamanya di hari kiamat.

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ رَجُلًا سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَتَى السَّاعَةُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ مَا أَعْدَدْتَ لَهَا قَالَ مَا أَعْدَدْتُ لَهَا مِنْ كَثِيرِ صَلَاةٍ وَلَا صَوْمٍ وَلَا صَدَقَةٍ وَلَكِنِّي أُحِبُّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ قَالَ أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ

Artinya: Dari sahabat Anas, sesungguhnya seorang laki-laki bertanya kepada Nabi, kapan hari kiamat terjadi ya Rasul? Nabi bertanya balik, apa yang telah engkau persiapkan? Ia menjawab, aku tidak mempersiapkan untuk hari kiamat dengan memperbanyak shalat, puasa dan sedekah. Hanya aku mencintai Allah dan Rasul-Nya. Nabi berkata, engkau kelak dikumpulkan bersama orang yang engkau cintai. (HR Al-Bukhari dan Muslim).

Baca Juga: Pendaftaran CPNS PPPK 2022 Dibuka, Simak Cara Bikin Akun di Link sscasn.bkn.id, Jadwal dan Syaratnya

Maasyiral Muslimin rahimakumullah.

Semoga kita bisa meneruskan dan mewujudkan misi Nabi kepada para generasi muda yakni menjadikan akhlak mulia sebagai pedoman utama dalam menjalankan hidup sebagai manusia.

Semoga kita senantiasa bisa meneladani akhlak Nabi dan kita akan menjadi umatnya yang mendapatkan syafaatnya dan masuk dalam surganya Allah swt. Amin.

بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِي اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم

***

Reporter Rifqi Nur Fauzi
Editor Tedi Rukmana