Khazanah

Memperingati Maulid Nabi: Inilah Ringkasan Kisah Rasulullah Mulai dari lahir hingga Wafat

Oleh: Rifqi Nur Fauzi Kamis 06 Okt 2022, 14:43 WIB
Memperingati Maulid Nabi: Inilah Ringkasan Kisah Rasulullah Mulai dari lahir hingga Wafat

AYOJAKARTA.COM - Pada hari Sabtu, 8 Oktober 2022 seluruh umat muslim di Indonesia dan seluruh dunia akan merayakan hari kelahiran Rasulullah SAW.

Di Indonesia, hari kelahiran Nabi Muhammad SAW menjadi salah satu hari yang ditunggu-tunggu karena akan dirayakan sebagai hari yang penuh berkah, untuk mengenang dan menunjukkan rasa cinta mereka kepada Rasulullah SAW.

Berbicara mengenai maulid Nabi Muhammad SAW, rasanya tidak pas apabila seorang umat muslim tidak mengetahui mengenai kisahnya.

AyoJakarta.com akan memberikan kisah Nabi Muhammad SAW sejak beliau dilahirkan sampai meninggal dunia yang dirangkum dari berbagai sumber.

Baca Juga: Ini Khutbah Jumat Tema Maulid Nabi Muhammad SAW 2022 Singkat Penuh Makna

Nabi Muhammad SAW lahir pada hari Senin, 12 Rabi’ul Awal pada tahun 571 kalender Romawi, di Mekah.

Nabi Muhammad merupakan anak dari seorang ibu yang bernama Aminah dan ayah yang bernama Abdullah.

Pada tahun itu, pasukan gajah di bawah pimpinan Abrahah Habasyah sedang melakukan penyerangan terhadap Kakbah.

Atas dasar hal tersebut, kemudian tahun lahir Nabi Muhammad SAW sering disebut dengan tahun gajah.

Kisah kelahiran dari Rasulullah bisa ditemukan dalam surah Al-Fil yang memiliki arti Tahun Gajah.

Setelah Nabi Muhammad lahir, ayahnya meninggal dunia ketika usianya belum genap tiga tahun.

Oleh karena itu, sejak kecil Nabi Muhammad dibesarkan oleh kakeknya yang bernama Abdul Muthalib.

Baca Juga: Ustadz Hanan Attaki Sebut 1 Hal yang Bikin Penghafal Al-Quran Bisa Masuk Neraka

Sehubungan dengan hal itu, seorang ibu sambung bernama Halimah Sa’diyah bersedia untuk menyusui Nabi Muhammad walaupun ASI-nya sulit keluar.

Atas keikhlasan Halimah, kemudian Allah memberikan jalan keluar dan membuat ASI-nya keluar dengan deras.

Semasa kecilnya, Nabi Muhammad menjalani kehidupan dengan normal seperti anak-anak pada umumnya.

Aminah harus menyembunyikan Nabi Muhammad dan berpisah dengannya pada hari ke-18 belas karena ada tradisi dari Quraisy yang memaksanya melakukan hal tersebut.

Dari sinilah kemudian Nabi Muhammad diasuh oleh Halimah binti Sa’diyah selama tiga tahun dan tumbuh menjadi anak yang baik.

Pada masa remajanya, Nabi Muhammad juga menjadi sosok yang terjaga dari perbuatan buruk.

Bahkan, Allah SWT sendiri yang menjaga Nabi Muhammad dari perbuatan-perbuatan buruk yang berpotensi untuk membuatnya lalai.

Baca Juga: Wajib Tahu! Ini 4 Amalan yang Dapat Umat Muslim Lakukan saat Memperingati Maulid Nabi 1444 H

Menjelang dewasa, Nabi Muhammad mulai mengenal dan menekuni bidang bisnis bersama dengan temannya yang bernama Saib bin Abi Saib.

Setelah berusia 25 tahun, Rasulullah kemudian menjalin kerja sama bisnis bersama dengan wanita kaya bernama Siti Khadijah.

Banyaknya kegiatan perdagangan yang melibatkan Nabi Muhammad dan Khadijah menyebabkan perempuan kaya ini tertarik dengan Rasulullah.

Wanita ini kemudian mengutus sahabatnya untuk menyampaikan kepada Muhammad bahwa ia ingin melamarnya.

Pada saat Nabi Muhammad berusia 28 tahun, barulah kemudian mereka berdua menikah dan berumah tangga.

Sebelum menjadi Rasul, Muhammad sudah mendapatkan berbagai macam kelebihan dari Allah SWT.

Hingga pada suatu saat, Rasulullah mendapatkan mimpi dari Malaikat Jibril dan turunlah wahyu pertama yaitu Surah Al-Alaq 1-5 ketika Rasulullah sedang menyendiri di dalam Gua Hira.

Baca Juga: Berikut Bacaan Kitab Barzanji untuk Merayakan Maulid Nabi 1444 H, Lengkap Tanpa Perlu Mengunduh

Setelah mendapatkan wahyu, Nabi Muhammad kemudian mulai berdakwah secara terang-terangan.

Akan tetapi, dakwah ini tidak berjalan sebagai mana mestinya dan mendapatkan pertentangan dari kaum kafir Quraisy.

Bahkan, banyak dari kaum Quraisy yang mencoba segala cara untuk membuat Nabi Muhammad wafat.

Wafatnya Rasulullah terjadi pada 12 Rabiul Awal tahun 11 Hijriah, ketika sahabat Nabi Muhammad, Abu Bakar As Shidiq tidak sedang berada di Madinah.

Rasulullah sudah mulai merasakan sakit di bulan Shafar pada tahun 11 Hijriah dengan sakit kepala dan demam yang membuat suhu tubuhnya meninggi.***

Reporter Rifqi Nur Fauzi
Editor Fathul Amanah