AYOJAKARTA.COM — Berikut adalah nasihat Mbah Moen untuk mencari menantu.
Almarhum KH Maimun Zubair atau Mbah Moen pernah mengatakan bahwa sifatnya seorang ayah harus kasihan terhadap anak. Tapi jika sudah di akhir zaman semuanya akan terbalik.
Dalam salah satu ceramahnya yang dilansir oleh AyoJakarta.com dari kanal YouTube ppalanwarsarang, Mbah Moen menjelaskan tips untuk mencari mantu.
“Nyarinya malah menantu. Kalau cari menantu yang bermanfaat bagi bapaknya. Anaknya dipaksa,” kata Mbah Moen dalam ceramahnya, dikutip Ahad, 18 September 2022.
“Itu (cari menantu) harusnya yang manfaat bagi si anak. Kalian (orang tua) jangan ikut-ikut,” tambahnya.
Dalam ceramahnya, Mbah Moen menyampaikan dalam mencari menantu, carilah yang bisa untuk menata anak dan menjadi orang Islam yang mulia, karena menurutnya orang Islam harus mulia.
Baca Juga: Thanks WhatsApp! Kini Bisa Terlihat Offline di WA Tanpa Ketahuan Online
Mbah Moen kemudian mengibaratkan bahwa jadi orang Islam asalnya saja harus makan 9 ons. Pada zaman Rasulullah hingga zaman sesudahnya, bisa dikatakan zaman itu adalah zaman nikmatnya orang Islam.
“Kalian 9 ons itu bisa habis tidak kira-kira kalua tidak enak lauknya? Kalau lauknya di tumpuk seperti kalian itu saja ketika acara nikahan dan syukuran,” ucap Mbah Moen dalam ceramahnya.
“Jadi kalau normal itu makannya 9 ons. Tapi kalua fakir ya 6 ons ditambah sedikit. Makanya diwajibkan zakat fitrah. zakat fitrah itu diberi 25 ons untuk jatah makan 4 hari. Sehingga jangan sampai orang Islam tidak punya makanan lebih dari 4 hari,” tambahnya.
Baca Juga: Siap-Siap! 4 Oktober 2022 akan Ada Demo Besar-besaran, Cek Selengkapnya Disini!
Mbah Moen mengatakan bahwa seperti ini lah manusia diciptakan. Setiap manusia termasuk diri sendiri pasti memiliki kesalahan.
Pada momen ceramahnya, Mbah Moen menyampaikan sabda dari Rasulullah. Beliau menjelaskan bahwa manusia akan ikut dengan sejarah orang terdahulu, seperti sejarah Bani Israil.
“Kita juga seperti itu, dijajah barat semua, tapi masih ada baiknya kita dan masih banyak kebaikannya, masih ramai dzikir, masih ramai baca Quran, malahan Allah menciptakan agama Islam ini tidak habis-habis,” ucap Mbah Moen.
Mbah Moen menjelaskan bahwa beginilah Islam. Tetapi nilainya habis sebab jarangnya manusia yang bisa membaca kitab.
Kemudian Mbah Moen menyampaikan sabda Rasulullah sebagai berikut:
“Tidak mungkin seorang bapak menyiksa anaknya dan tidak mungkin seorang pengasih menyiksa kekasihnya, maka kalian (yahudi dan Nasrani) disiksa,” jelas Mbah Moen.
“Dan Allah benar-benar menyiksa kalian semua, maka kalian semua berarti telah berbohong. Mengaku sebagai anaknya Allah itu sebuah kebohongan,” tambahnya.
Mbah Moen kemudian berkata bahwa umat Islam punya patokan meskipun beda, akan tetapi jangan ricuh.
“lakum diinukum wa liya diin. Itu akhir zaman, paham ya? ,” ucap Mbah Moen.***