AYOJAKARTA.COM - Rezeki yang tak kunjung datang, bisa jadi terjadi permasalahan dalam mencari rezeki tersebut.
Dalam Islam, segala sesuatu sudah diatur sedemikian rupa dan termasuk dalam mencari rezeki.
Setidaknya terdapat lima prinsip menjemput nafkah atau rezeki yang diajarkan oleh Islam.
Baca Juga: Wajib Tahu! Warisan Terakhir Mbah Moen Sebelum Meninggal Agar Pekerjaan Lancar dan Rezeki Berkah
Berikut ulasannya seperti yang ditulis JemberNetwork.id dalam artikel "Sayangnya Nomor Satu Justru Banyak Dilanggar, 5 Prinsip Mencari Nafkah Menurut Islam".
1. Jangan malas mencari nafkah.
Dikutip dari konsultasisyariah.com, seorang lelaki Muslim, terlebih yang sudah berkeluarga, harus semangat mencari nafkah.
Baca Juga: Dzikir Asmaul Husna Ini Bisa Cepat Datangkan Rezeki Kata Mbah Moen, Dibacanya Habis Sholat
Tidak boleh malas-malasan dan tidak bekerja. Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu mengatakan,
أرى الشاب فيعجبني فأسأل عن عمله فيقولون لا يعمل فيسقط من عيني
“Aku melihat seorang pemuda, ia membuatku kagum. Lalu aku bertanya kepada orang-orang mengenai pekerjaannya. Mereka mengatakan bahwa ia tidak bekerja. Seketika itu pemuda tersebut jatuh martabatnya di mataku.” (HR. Sa’id bin Manshur dalam Sunan-nya)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memuji para lelaki yang giat bekerja mencari nafkah untuk keluarga. Beliau bersabda,
إن أطيب كسب الرجل من يده
“Pendapatan yang terbaik dari seseorang adalah hasil jerih payah tangannya.” (HR. Ibnu Majah no.2138, dishahihkan al-Albani dalam Shahih at-Targhib no. 1685)
2. Jangan mencari nafkah dengan cara haram.
Mencari nafkah tidak boleh dari jalan yang haram. Baik haram pada dzatnya maupun haram pada cara mendapatkannya. Allah ta’ala berfirman:
وَلَا تَشْتَرُوا بِآيَاتِي ثَمَنًا قَلِيلًا
“Dan janganlah kamu menukarkan ayat-ayat-Ku dengan harga yang rendah.” (QS. al-Baqarah: 41)
Maksud ayat ini adalah, jangan melakukan pelanggaran terhadap agama demi mendapatkan keuntungan dunia. Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan:
لا تعتاضوا عن الإيمان بآياتي وتصديق رسولي بالدنيا وشهواتها فإنها قليلة
“Maksudnya, jangan menukar keimanan terhadap ayat-ayat-Ku dan keimanan kepada Rasul-Ku dengan dunia dan syahwatnya, karena dunia itu hal yang kecil (remeh).” (Tafsir Ibnu Katsir)
Baca Juga: Profil Kombes Agus Nur Patria Tahun Akpol hingga Agama, Kini Dipecat Tak Hormat dari Polri
3. Nafkah adalah sarana untuk mencari akhirat.
Perlu selalu disadari bahwa harta yang kita cari bukanlah tujuan. Namun ia sekedar sarana untuk menggapai akhirat. Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan menjelaskan:
خلق الله الخلق لعبادته, وهيأ لهم ما يعينهم عليها من رزقه
“Allah telah menciptakan para makhluk agar mereka beribadah kepada-Nya. Dan Allah siapkan rezeki bagi mereka, untuk membantu mereka melakukan itu.” (Kitabut Tauhid lil Fauzan, hal. 6)
Kemudian beliau membawakan ayat:
:وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ مَا أُرِيدُ مِنْهُمْ مِنْ رِزْقٍ وَمَا أُرِيدُ أَنْ يُطْعِمُونِ إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ
“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku. Aku tidak menghendaki rezeki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi-Ku makan. Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezeki Yang mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.” (QS. adz-Dzariyat: 56-58)
Baca Juga: Wajib Tahu! Kata Mbah Moen 3 Kebiasaan Ini Bikin Hidup Susah dan Rezeki Seret
4. Ambil sebab walaupun kecil.
Ambil sebab dan berikhtiarlah! Walaupun ikhtiar Anda dalam mencari nafkah nampak lemah dan kecil di mata orang-orang.
Semoga Allah berikan keberkahan sehingga datang hal yang besar dari ihtiyar yang kita lakukan.
Allah ta’ala memerintahkan Maryam untuk mengambil sebab walaupun sebab yang lemah.
Agar Allah mudahkan setelahnya untuk mendapatkan keberkahan rezeki yang melimpah. Allah berfirman:
وَهُزِّي إِلَيْكِ بِجِذْعِ النَّخْلَةِ تُسَاقِطْ عَلَيْكِ رُطَبًا جَنِيًّا
“Tendanglah olehmu (wahai Maryam) pohon kurma itu. Sehingga jatuh kepadamu kurma yang masak.” (QS. Maryam: 25)
Menendang pohon kurma bagi seorang wanita yang hamil tentu perkara yang sulit dan hampir tidak mungkin membuat kurmanya jatuh. Namun Allah tetap perintahkan beliau sebagai upaya mengambil sebab.
5. Optimalkan usaha, minimalkan waktu.
Jangan sampai semua waktu dihabiskan untuk bekerja mencari harta dunia. Luangkan lebih banyak waktu untuk akhirat Anda.
Sebisa mungkin waktu untuk mencari harta itu sesedikit mungkin, namun dalam waktu yang sedikit itu upayakan bekerja seoptimal mungkin.
Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ’anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أيُّها النَّاسُ اتَّقوا اللَّهَ وأجملوا في الطَّلبِ فإنَّ نفسًا لن تموتَ حتَّى تستوفيَ رزقَها وإن أبطأَ عنْها فاتَّقوا اللَّهَ وأجملوا في الطَّلبِ خذوا ما حلَّ ودعوا ما حَرُمَ
“Wahai manusia, bertakwalah kepada Allah, dan carilah rezeki secara mujmal (sederhana). Karena tidak ada jiwa yang mati kecuali sudah terpenuhi jatah rezekinya, walaupun (terkadang) rezeki tersebut lambat sampai kepadanya. Maka gunakanlah cara yang indah dalam mencari rezeki. Ambillah yang halal-halal dan tinggalkan yang haram-haram.” (HR. Ibnu Majah no. 1756, dishahihkan al-Albani dalam Shahih Ibni Majah).*** (Bramantya Bagaskara/JemberNetwork.id)