Khazanah

Mbah Moen Ditemui Nabi Khidir Saat di Kediri, Ini yang Disampaikannya

Oleh: Redaksi Kamis 08 Sep 2022, 16:17 WIB
KH. Maimun Zubair atau Mbah Moen.

AYOJAKARTA.COM - KH Maimoen Zubair atau Mbah Maimoen merupakan ulama kharismatik asal Rembang.

Pengasuh Ponpes Al Anwar Sarang itu merupakan keturunan ke 37 dari Nabi Muhammad SAW.

Selain itu, dari jalur kakek, silsilah Mbah Maimoen juga sampai kepada salah satu wali nusantara, Sunan Giri.

Mbah Moen juga dipercaya masyarakat Indonesia mempunyai Karomah sebagai Wali Allah.

Baru-baru ini beredar kabar mengenai kisah Nabi Khidir temui Mbah Moen, dengan menyamar menjadi seorang petani dengan menggunakan caping.

Perwalian Mbah Moen disaksikan secara luas oleh masyarakat sebelum meninggal dunia saat menunaikan ibadah haji di Mekkah.

Kisah tersebut dikutip dari Youtube Tafakkur Fiddin berjudul 4 Wali Allah Indonesia yang Bertemu Nabi Khidir.

Diceritakan, Mbah Moen dulu ketika nyantri di Pesantren Lirboyo pernah ditemui Nabi Khidir AS, sekitar jam 11.00 siang.

Baca Juga: Wajib Tahu! Kata Mbah Moen, Orang Berumur 40 Tahun Lebih, Gak Usah Ibadah Macam-macam, Fokus Wirid Ini Saja

Seperti ada suara yang memanggil nama beliau, ternyata suara itu berasal dari kuburan dekat pondok.

Artikel ini telah tayang di Portal Majalengka dengan judul 'Nabi Khidir Temui Mbah Moen saat Masih Mondok di Lirboyo Kediri'

Ternyata di kuburan itu ada Nabi Khidir, pakaianya seperti petani, pakai caping.

Inti yang disampaikan Nabi Khidir adalah:

Kamu cinta sama saya, saya juga cinta sama kamu. Dijamin Gusti Allah nantinya setelah dawuh begitu, Nabi Khidir mendoakan Mbah Moen lama sekali.

Setelah lama berdoa dan diamini oleh Mbah Moen Muda, Nabi Khidir kemudian menghilang. Mbah Moen juga akhirnya balik ke pondok lagi.

Fakta ini ternyata diketahui Kyai Mahrus Ali. Setelah pertemuan itu, Mbah Moen muda langsung terlihat sosok santri muda yang sangat alim.

Baca Juga: Mbah Moen Sebut Jika Ingin Masuk Surga Harus Tahu Angka 234 Dji Sam Soe, Ini Alasannya

Mbah Moen muda juga akhirnya mengaku kepada Kyai Mahrus perihal yang baru saja dialami.

Setelah peristiwa itu, Mbah Moen muda akhirnya sowan kepada Mbah Kyai Hamid Pasuruan.

Setelah sampai di kediaman Kyai Hamid, sebelum matur apapun, langsung Kyai Hamid berkata:

Saya sudah tahu, ini baru saja dikasih kabar Nabi Khidir, sekarang saya pesan kamu, ‘yang hati-hati ya.

Demikian kisah kewalian Mbah Moen. Wallahu Alam Bishowab.*** (Muhammad Ayus/ Portal Majalengka)

Reporter Redaksi
Editor Dian Naren