Khazanah

Hukum Menggabungkan Puasa Asyura dan Puasa Qadha

Oleh: Annisa Nur Fadillah Sabtu 06 Agu 2022, 19:44 WIB
Berikut hukum menggabubgkan puasa Asyura dan puasa qadha.

AYOJAKARTA.COM--Berikut hukum menggabungkan puasa Asyura dan puasa qadha.

Bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang Allah muliakan selain Zulqaidah, Zulhijah dan Rajab.

Pada bulan ini diperbanyakan untuk melakukan amalan kebaikan salah satunya berpuasa Tasua dan Asyura.

Bagaimana hukum menggabungkan puasa Asyura dan puasa qadha?

Baca Juga: Keutamaan Puasa Tasua dan Asyura, Beserta Niatnya

Sebelum mengetahui jawabannya, simak terlebih dahulu informasi di bawah ini.

Puasa Muharram merupakan sunnah dan lebih utama dari puasa di bulan Sya'ban. Hal ini tertuang dalam hadist riwayat Muslim.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللهِ الْمُحَرَّمُ، وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعدَ الفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ. (رواه مسلم)

Artinya: “Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, ia berkata: ‘Rasulullah saw bersabda: ‘Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, Muharram, dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam.” (HR Muslim).

Baca Juga: Sejarah Puasa Asyura, Puasa 10 Muharram yang Dianjurkan Rasulullah

Hari-hari bulan Muharram yang lebih utama untuk dipuasai berdasarkan hadits dan penjelasan ulama adalah 10 hari pertama Muharram termasuk di dalamnya hari Tasua (9 Muharram), hari ‘Asyura (10 Muharram) dan tanggal 11 Muharram.

Adapun 9 Muharram jatuh pada hari Minggu, 7 Agustus 2022 sedangkan 10 Muharram jatuh pada hari Senin, 8 Agustus 2022.

Apakah diperbolehkan menggabung puasa Asyura dengan qadha? Menurut pendapat Ustadz Abdul Somad hukumnya sah-sah saja.

"Niatnya niat qadha saja tidak niat sunnah karena kalau niat sunnah maka qadha tidak dapat tapi kalau niat qadha maka otomatis pahala sunnahnya dapat," ujar UAS dikutip AyoBandung.com dari kanal YouTube Suara Dakwah (6/8/2022).

Baca Juga: Pahala Puasa Asyura dan Tasua, Ibadah Sunnah yang Anjuran Rasulullah SAW Lengkap dengan Jadwal dan Niatnya

Sementara itu Syekh Ibnu Utsaimin dalam ‘Fatawa Siyam, (438) mengatakan, “Siapa yang puasa hari Arofah atau hari Asyura dan dia mempunyai kewajiban mengqadha Ramadan, maka puasanya sah. Akan tetapi kalau dia berniat berpuasa hari ini untuk qadha Ramadan, maka dia mendapatkan dua pahala. Pahala hari Arafah dan pahala hari Asyura beserta pahala qadha. Ini terkait dengan puasa sunah secara umum yang tidak terkait dengan Ramadan. Sementara puasa enam hari Syawal, maka ia terkait dengan Ramadan, keutamaannya tidak terwujud kecuali setelah mengqadhanya. Kalau dia berpuasa sebelum mengqadha, maka dia tidak mendapatkan keutamaannya. Berdasarkan sabda Nabi sallallahu alaihi wa sallam:

من صام رمضان ثم أتبعه بست من شوال فكأنما صام الدهر

“Siapa yang berpuasa Ramadan kemudian diikuti dengan enam hari Syawal, maka dia bagaikan puasa setahun.”

Dan telah diketahui bahwa orang yang masih mempunyai qadha, maka dia belum dianggap berpuasa Ramadan sampai dia menyempurnakan qadhanya.”

Baca Juga: 11 Amalan 1 Muharram 1444 H Selain Puasa, Doa Akhir dan Awal Tahun

Namun ada beberapa pendapat lainnya yang juga menyebutkan bahwa menggabungkan puasa Asyura dan qadha tidak diperbolehkan.

Hal ini lantas kembali kepada fiqih masing-masing individu. Wallahualam bishawab.

Itulah penjelasan hukum menggabungkan puasa Asyura dengan puasa qadha.

Reporter Annisa Nur Fadillah
Editor Adi Ginanjar