AYOJAKARTA.COM - Berikut empat pahlawan yang memiliki peran penting dalam memproklamasikan kemerdekaan Indonesia setelah peristiwa bom Hiroshima dan Nagasaki.
Peristiwa jatuhnya bom atom di kawasan Hiroshima dan Nagasaki merupakan pendorong terjadinya proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
Mungkin kebanyakan dari kita belum mengetahui, empat pahlawan yang memiliki peran penting dalam memproklamasikan kemerdekaan Indonesia setelah peristiwa bom atom di kawasan Hiroshima dan Nagasaki.
Berikut ulasan lengkapnya yang dikutip AyoJakarta.com dari UrbanJabar.com, Jumat (5/8/2022).
Baca Juga: Sejarah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945, Ada 3 Bagian Penting yang Wajib Diketahui!
1. Sutan Sjahrir
Sutan Sjahrir merupakan salah satu pahlawan dari golongan muda yang mengetahui berita kekalahan Jepang untuk pertama kalinya.
Melalui radio pribadi miliknya, Sjahrir mengetahui kekalahan Jepang setelah mengalami tragedi bom atom Hiroshima-Nagasaki.
Sutan Sjahrir lahir di Padang Panjang, Sumatera Barat, 5 Maret 1909.
Ia juga merupakan anggota golongan muda yang ikut bersuara agar Kemerdekaan Indonesia dipercepat.
Bahkan ia juga turut serta dalam pengamanan Soekarno-Hatta ke Rengasdengklok sebelum pembacaan teks proklamasi.
2. Ir. Soekarno
Pastinya kita sudah tidak asing lagi dengan sosok Ir. Soekarno sebagai presiden pertama Indonesia.
Ir. Soekarno lahir pada tanggal 6 Juni 1901 di Surabaya.
Ir. Soekarno memiliki peran yang sangat penting pasca terjadinya tragedi bom atom di kawasan Hiroshima dan Nagasaki.
Baca Juga: Sejarah Naskah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945, Ternyata Sempat Dibuang
3. Mohammad Hatta
Mohammad Hatta lahir di Bukittinggi, Sumatera Utara pada tanggal 12 Agustus 1902.
Moh. Hatta mendapat julukan pasangan emas bersama Ir. Soekarno.
Bersamaan dengan Ir. Soekarno, Moh. Hatta juga diasingkan ke Rengasdengklok oleh golongan muda.
4. Ahmad Soebardjo
Ahmad Soebardjo dikatakan sebagai penengah antara golongan muda dan golongan tua pada masa itu.
Ahmad Soebardjo lahir pada tanggal 23 Maret 1896 di Teluk Jambe.
Peran Ahmad Soebardjo adalah meredakan perbedaan selisih antara golongan tua dan muda.
Saat Ir. Soekarno dan Moh. Hatta diasingkan ke Rengasdengklok, ia juga membawa kembali kedua tokoh penting tersebut kembali ke Jakarta.
Untuk meredakan perselisihan, Ahmad Soebardjo menjamin bahwa proklamasi Kemerdekaan Indonesia akan terjadi pada tanggal 17 Agustus 1945 dengan nyawa sebagai taruhannya.
Karena hal itulah baik itu antara golongan tua ataupun muda tidak lagi berselisih.
Itulah tadi empat pahlawan Indonesia yang memiliki peran penting dalam memproklamasikan kemerdekaan Indonesia setelah terjadinya bom atom di kawasan Hiroshima dan Nagasaki.***