Khazanah

Sejarah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945, Ada 3 Bagian Penting yang Wajib Diketahui!

Oleh: Cecep Faturohman Senin 01 Agu 2022, 14:48 WIB
Pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945 oleh Soekarno.

AYOJAKARTA.COM - Pengumuman kemerdekaan pada suatu negara merupakan impian yang dimiliki oleh setiap negara terutama bagi negara dan bangsa yang sudah lama dijajah, seperti Indonesia.

Saat Indonesia mengumumkan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945, seluruh rakyat Indonesia sangat bahagia.

Tak hanya bahagia, tetapi bangsa Indonesia juga mendapatkan semangat kemerdekaan yang tinggi yang dilandasi dengan rasa keberanian untuk mengambil keputusan dan membela kebenaran.

Dengan mengumumkan proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada dunia maka Indonesia telah dinyatakan sebagai negara baru yang memiliki kedudukan yang sama dengan negara-negara lain yang sudah lebih dulu merdeka.

Bagi negara yang belum merdeka, maka pengumuman Proklamasi Kemerdekaan pada dunia adalah suatu impian yang sangat didamba-dambakan.

Setiap negara punya sejarah sendiri untuk melakukan Proklamasi Kemerdekaan.

Sama halnya bangsa Indonesia di mana sejarah Proklamasi Kemerdekaannya membutuhkan beberapa hal, seperti menggunakan rumah Laksamana Muda Maeda, pemilihan naskah Proklamasi, dan lain-lain.

Sejarah proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia bisa dikatakan cukup panjang.

Baca Juga: Sejarah Singkat Kemerdekaan Republik Indonesia yang Diproklamirkan oleh Soekarno-Hatta pada 17 Agustus 1945

Namun, pada intinya sejarah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia terbagi menjadi tiga bagian penting.

Bagian pertama, menjelaskan pertemuan di Dalat.

Bagian kedua, menjelaskan pertemuan Soekarno/Hatta dengan Jenderal Mayor Nishimura dan Laksamana Muda Maeda dan bagian ketiga, Peristiwa Rengasdengklok.

Sebelum Soekarno membacakan teks Proklamasi pada tanggal 17 Agustus 1945, banyak sekali peristiwa yang terjadi yang melatarbelakangi terjadinya pembacaan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Salah satu peristiwa tersebut adalah dijatuhkannya bom di Kota Hiroshima pada tanggal 6 Agustus 1945 dan tanggal 9 Agustus 1945 di Kota Nagasaki.

Semua bom tersebut dijatuhkan Amerika Serikat dengan tujuan agar Jepang menyerah.

Pada momen kekosongan kekuasaan inilah Indonesia tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk memproklamasikan kemerdekaannya.

Baca Juga: Sejarah Girlfriend Day yang Diperingati Tiap Tanggal 1 Agustus Lengkap dengan Ucapan Selamat Bahasa Inggris!

Agar lebih jelas, simak ulasan tentang sejarah singkat Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia dikutip AyoJakarta.com dari Suara.com, Senin (1/8/2022).

1. Pertemuan di Dalat

Setelah semakin terpojok karena dua kota besarnya dibom oleh Amerika Serikat, pada tanggal 14 Agustus 1945 Jepang menyerah kepada sekutu.

Pada pertemuan yang terjadi di Dalat antara tiga tokoh nasional dan Jenderal Terauchi ada beberapa hal yang disampaikan oleh Jenderal Terauchi yaitu sebagai berikut.

- Pemerintah Jepang memutuskan untuk memberikan kemerdekaan bagi bangsa Indonesia.

- Untuk melaksanakan kemerdekaan maka dibentuk Panitia Persatuan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).

- Pelaksanaan kemerdekaan secepat mungkin akan dilaksanakan setelah semua persiapan selesai dilakukan dan secara berangsur-angsur dari Pulau Jawa kemudian disusul pulau-pulau lainnya.

- Wilayah Indonesia akan meliputi seluruh bekas wilayah Hindia-Belanda.

2. Pertemuan Soekarno/Hatta dengan Jenderal Mayor Nishimura dan Laksamana Muda Maeda

Soekarno dan Mohammad Hatta kembali ke Jakarta setelah semua urusan di Dalat selesai.

Soekarno dan Mohammad Hatta diantar oleh Laksamana Muda Tadashi Maeda untuk menemui Mayor Jenderal Moichiro Yamamoto, Kepala Staf Tentara XVI (Angkatan Darat) yang menjadi Kepala pemerintahan militer Jepang (Gunseikan) di Hindia Belanda.

Baca Juga: Sejarah Naskah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945, Ternyata Sempat Dibuang

3. Peristiwa Rengasdengklok

Pada awalnya, peristiwa pemboman Kota Hirosima dan Nagasaki disembunyikan agar tidak ada yang tahu.

Tetapi pada akhirnya peristiwa tersebut terdengar sampai ke telinga para pemuda lewat siaran radio BBC di Bandung sehingga membuat mereka segera bergerak dan meminta Proklamasi Kemerdekaan Indonesia segera dikumandangkan.

Para pemuda tersebut di bawah pimpinan Chaerul Saleh melakukan rapat yang menghasilkan beberapa keputusan.

Yaitu kemerdekaan adalah hak rakyat Indonesia, Pemutusan hubungan dengan Jepang, dan Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta diharapkan untuk segera membacakan Proklamasi Kemerdekaan.

Setelah mendapatkan keputusan dari rapat yang diadakan, kemudian para pemuda tersebut mengirim utusan (Wikana dan Darwis) agar segera bertemu dengan Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta untuk menyampaikan hasil rapat tersebut dan meminta Proklamasi Kemerdekaan segera dilaksanakan pada 16 Agustus 1945.

Dengan alasan Jepang masih bersenjata lengkap dan memiliki tugas menjaga status quo maka gagasan para pemuda tersebut ditolak oleh golongan tua sehingga terjadi perbedaan pendapat.

Wikana dan Darwis menyampaikan hasil laporan dari pembicaraan dengan Soekarno dan Mohammad Hatta kepada para pemuda yang sudah berkumpul di Asrama Menteng 31.

Para pemuda yang berkumpul terdiri dari Chaerul Saleh, Yusuf Kunto, Surachmat, Johan Nur, Singgih, Mandani, Sutrisno, Sampun, Subadio, Kusnandar, Abdurrahman, dan Dr. Muwardi.

Para pemuda tersebut merasa kecewa setelah mendengar hasil laporan tersebut sehingga membuat suasana rapat menjadi panas.

Kemudian para pemuda tersebut membuat gagasan untuk mengamankan Soekarno dan Hatta dengan cara membawa keluar kota.

Baca Juga: Mengenal Panjat Pinang, Tradisi Lomba Sambut Kemerdekan Indonesia. Ini Sejarah dan Hadiahnya yang Wah!

Untuk tugas ini, para pemuda menyerahkannya kepada Syudanco Singgih dan kawan-kawan dari PETA Jakarta.

Sukarni dan Yusuf Kunto mendampingi Syudanco Singgih dalam menjalankan tugasnya.

Menurut Singgih, Rengasdengklok merupakan tempat yang tepat dan aman untuk Soekarno dan Hatta.

Pada 16 Agustus 1945, Soekarno dan Mohammad Hatta dibawa ke Rengasdengklok.

Saat di Rengasdengklok, para pemuda berusaha dengan keras supaya Soekarno dan Mohammad Hatta segera melaksanakan Proklamasi Kemerdekaan.

Awalnya, Soekarno dan Mohammad Hatta tidak ingin melakukan Proklamasi Kemerdekaan.

Namun, setelah melakukan perundingan dengan kelompok pemuda dan Ahmad Subardjo.

Akhirnya, Soekarno dan Mohammad Hatta akan memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 di Jakarta.

Setelah selesai memproklamasikan kemerdekaan, sore harinya Soekarno dan Mohammad Hatta kembali ke Jakarta bersama Ahmad Subardjo dan Sudiro.***

Reporter Cecep Faturohman
Editor Fathul Amanah