Khazanah

Hubungan Suami Istri di Malam Jumat Pahalanya Seperti Membunuh 70 Yahudi? Ini Penjelasan Ustaz Adi Hidayat

Oleh: Wida Ningsih
Hubungan Suami Istri di Malam Jumat Pahalanya Seperti Membunuh 70 Yahudi?

AYOJAKARTA.COM - Berikut penjelasan mengenai hubungan suami istri di malam Jumat yang disebut akan mendapat pahala luar biasa. 

Di sisi lain, banyak yang salah kaprah dalam menanggapi pernyataan bahwa hubungan suami istri di malam Jumat termasuk dalam sunnah rasul.

Bahkan banyak juga berseliweran pernyataan bahwa hubungan suami istri di malam Jumat sama dengan membunuh 70 Yahudi.

Baca Juga: Hukum Hubungan Suami Istri Setiap Hari dalam Islam, Apakah Dosa?

Hal ini tentu keliru, karena tidak ada dalil yang menyebutkan demikian baik itu hadits maupun ayat Alquran. 

Adapun pembahasannya menurut para ulama sebagai berikut.

Dalam potongan tausyiah Ustaz Adi Hidayat (UAH) yang dilansir AyoJakarta.com dari channel YouTube Ahmad Kosim, pada Kamis 21 Juli 2022, UAH menyampaikan bahwa hadits yang mengatakan bahwa hubungan suami istri di malam Jumat itu sunnah Rasul adalah hadits madhu'.

Baca Juga: 8 Tata Cara Hubungan Suami Istri Sesuai Sunah dan Syariat Islam, Pasutri Wajib Tahu

Hadits madhu' adalah segala sesuatu yang dikaitkan dengan Rasul, namun riwayat itu mengada-ada, dipalsukan, dibuat-buat, atau berbohong.

Syaikh Wahbah az Zuhaili dalam kitabnya Al Fiqhul Islami Wa Adillatuhu menyampaikan tidak ada hari atau malam yang di khususkan untuk berhubungan suami istri.

Bahkan di malam-malam ramadhan pun jika terjadi hasrat ingin berhubungan suami istri itu diperkenankan. 

Baca Juga: Adab Hubungan Suami Istri Dalam Islam Agar Terhindar dari Syaiton, Ini Penjelasan Ustaz Khalid Basalamah

Selama bisa mengatur waktu, tidak bertabrakan dan mengganggu ibadah-ibadah tertentu.

Dalam Qs. Al-Baqarah, ayat 187

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اُحِلَّ لَـکُمْ لَيْلَةَ الصِّيَا مِ الرَّفَثُ اِلٰى نِسَآئِكُمْ ۗ هُنَّ لِبَا سٌ لَّـكُمْ وَاَ نْـتُمْ لِبَا سٌ لَّهُنَّ ۗ عَلِمَ اللّٰهُ اَنَّکُمْ كُنْتُمْ تَخْتَا نُوْنَ اَنْفُسَکُمْ فَتَا بَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنْكُمْ ۚ فَا لْــئٰنَ بَا شِرُوْهُنَّ وَا بْتَغُوْا مَا کَتَبَ اللّٰهُ لَـكُمْ ۗ وَكُلُوْا وَا شْرَبُوْا حَتّٰى يَتَبَيَّنَ لَـكُمُ الْخَـيْطُ الْاَ بْيَضُ مِنَ الْخَـيْطِ الْاَ سْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ۖ ثُمَّ اَتِمُّوا الصِّيَا مَ اِلَى الَّيْلِ ۚ وَلَا تُبَا شِرُوْهُنَّ وَاَ نْـتُمْ عٰكِفُوْنَ ۙ فِى الْمَسٰجِدِ ۗ تِلْكَ حُدُوْدُ اللّٰهِ فَلَا تَقْرَبُوْهَا ۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ اٰيٰتِهٖ لِلنَّا سِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُوْنَ

Baca Juga: Amalan Sebelum Melakukan Hubungan Suami Istri, Diawali dengan Membaca Bismillah hingga Surat Al Ikhlas

Artinya: "Dihalalkan bagimu pada malam hari puasa bercampur dengan istrimu. Mereka adalah pakaian bagimu dan kamu adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menahan dirimu sendiri, tetapi Dia menerima tobatmu dan memaafkan kamu. Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah bagimu. Makan dan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa sampai (datang) malam. Tetapi jangan kamu campuri mereka ketika kamu beritikaf dalam masjid. Itulah ketentuan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia agar mereka bertakwa."

(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 187)

* Via Alquran Indonesia https://quran-id.com

Baca Juga: Bacaan Doa Hubungan Suami Istri Agar Terhindar dari Gangguan Jin dan Setan, Lengkap dengan Lafal dan Artinya

Adapun dalam Hadits At-Tirmidzi no.496 yang menyebutkan

مَنْ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَغَسَّلَ ، وَبَكَّرَ وَابْتَكَرَ ، وَدَنَا وَاسْتَمَعَ وَأَنْصَتَ ، كَانَ لَهُ بِكُلِّ خُطْوَةٍ يَخْطُوهَا أَجْرُ سَنَةٍ صِيَامُهَا وَقِيَامُهَا

Artinya: “Barangsiapa yang mandi pada hari Jum’at dengan mencuci kepala dan anggota badan lainnya, lalu ia pergi di awal waktu atau ia pergi dan mendapati khutbah pertama, lalu ia mendekat pada imam, mendengar khutbah serta diam, maka setiap langkah kakinya terhitung seperti puasa dan shalat setahun.” (HR. Tirmidzi no. 496. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Baca Juga: Tata Cara Hubungan Suami Istri yang Ideal dan Amalan Sebelum Bercinta Menurut Islam dan Penelitian

UAH menyampaikan hadits ini ada sebagian yang memahami redaksinya mandi seperti mandi junub, karena boleh jadi ada orang yang kedatangan hasrat di hari Jum'at boleh dilakukan hubungan kalaupun menjelang Sholat Jum'at. Jadi sebelum shalat Jum'at mandi dulu.

Dan untuk yang belum menikah atau tidak berhubungan suami istri ketika hendak pergi shalat Jum'at sebaiknya mandi dulu, karena mandi sebelum melaksanakan shalat Jum'at adalah sunnah.***

Reporter Wida Ningsih
Editor Desi Kris