Khazanah

Asal Usul Hari Arafah dan Keistimewaannya, Nabi Ibrahim Mengetahui Perintah Allah SWT

Oleh: Redaksi Jumat 08 Jul 2022, 09:28 WIB
3 Kumpulan Doa yang Dianjurkan Saat Wukuf di Arafah, Salah satunya dari Imam An-Nawawi.

AYOJAKARTA.COM - Ketahui keistimewaan Hari Arafah dan asal usulnya di artikel ini.

Hari Arafah di tanggal 9 Dzulhijjah menjadi hari yang istimewa bagi umat muslim.

Di hari tersebut dilangsungkan ritual wukuf sebagai rukun haji serta puasa bagi umat muslim yang sedang tidak melaksanakan ibadah haji.

Lantas apa saja keistimewaan Hari Arafah dan asal usulnya?

Berikut penjelasannya yang dikutip AyoJakarta.com dari AyoSurabaya.com dengan judul Sejarah Hari Arafah dan Mengapa Hari Arafah Menjadi Istimewa?

Baca Juga: Ini Perbedaan Puasa Tarwiyah dan Arafah di Bulan Dzulhijjah, dari Waktu Pelaksanaan hingga Keutamaan

Dikutip AyoSurabaya.com dari laman Republika.co.id pada Rabu, 6 Juli 2022, hari Arafah dinamakan demikian karena beberapa alasan yang melandasinya.

Pertama, Nabi Ibrahim alaihissalam mengetahui perintah Allah SWT

Secara bahasa, arafah berarti mengetahui.

Jadi pada hari Arafah ini, Nabi Ibrahim AS mengetahui bahwa penglihatannya terkait perintah untuk menyembelih anaknya Ismail AS adalah benar dari Allah SWT.

Nabi Ibrahim AS sebelumnya melihat dalam tidurnya, di malam tarwiyah atau 8 Dzulhijjah, menyembelih Ismail AS.

Lalu pada hari selanjutnya, yakni 9 Dzulhijjah atau hari Arafah ini Nabi Ibrahim AS mengetahui bahwa pengelihatan dan perintah Allah SWT adalah benar.

Baca Juga: Keistimewaan Hari Arafah dan Asal Usulnya, Hari Bertemunya Nabi Adam dan Hawa

Kedua, hari itiraf atau pengakuan dosa

Hari ini juga disebut sebagai hari Arafah karena pada hari ini dan di tempat tersebut, para jamaah haji melakukan itiraf (bentuk kata lain dari Arafah dalam bahasa Arab) atau pengakuan dari dosa-dosanya.

Mereka mengakui semua dosa-dosa yang telah diperbuat dan memohon kepada Allah SWT agar diampuni dosanya.

Ketiga, hari pertemuan Nabi Adam AS dan Hawa

Setelah Nabi Adam AS dan Hawa diturunkan dari surga, mereka terpisah sekian lamanya sejak saat itu.

Lalu keduanya baru bisa bertemu saat di bukit Arafah yang juga diabadikan sebagai nama dari tempat tersebut.

Demikian informasi terkait keistimewaan Hari Arafah dan asal muasalnya.

Semoga bermanfaat***Setyo Adi Nugroho (AyoSurabaya.com)

Reporter Redaksi
Editor Fathul Amanah