Khazanah

Keistimewaan Puasa Dzulhijjah yang Harus Diketahui Umat Islam, Ini Penjelasannya Menurut Hadist

Oleh: Redaksi Minggu 03 Jul 2022, 11:50 WIB
Keistimewaan puasa Dzulhijjah

AYOJAKARTA.COM - Sebagai umat Islam, kita harus memahami tentang keistimewaan puasa Dzulhijjah.

Diketahui, puasa Dzulhijjah merupakan salah satu ibadah sunnah yang istimewa untuk dilakukan oleh umat Islam.

Mengenai keistimewaan puasa Dzulhijjah akan dijelaskan oleh Ustaz Abu Ubaidah.

Baca Juga: Bacaan Niat Puasa 3 Dzulhijjah Minggu 3 Juli 2022, Lengkap dengan Lafal dan Arti dalam Bahasa Indonesia

Dilansir AyoJakarta.com dari AyoBandung.com, memasuki Dzulhijjah, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amalan sunnah, salah satunya adalah dengan berpuasa.

"10 Awal Dzulhijjah adalah hari yang istimewa, dianjurkan untuk berlomba-lomba memperbanyak amal saleh. Dan tidak ragu lagi bahwa puasa termasuk amalan saleh yang dianjurkan," kata Pimpinan Pesantren Al Furqon Al Islami Gresik, Ustaz Abu Ubaidah Yusuf, dilansir dari Republika.co.id, Sabtu (2/6/2022).

مَا مِنْ أَياَّمٍ العَمَلُ الصَّالِحُ فِيْهِنَّ أَحَبُّ إِلىَ اللهِ مِنْ هَذِهِ اْلأَيَّامِ العَشْرِ فَقَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللهِ وَلاَ الْجِهَادُ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ ؟ فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ: وَلاَ الْجِهَادُ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ

“Tiada hari-hari yang amalan saleh di dalamnya lebih dicintai oleh Allah daripada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.” Para sahabat bertanya, “Tidak pula jihad di jalan Allah?” Rasulullah menjawab, “Tidak juga jihad di jalan Allah. Kecuali seorang yang keluar dengan membawa jiwa dan hartanya dan dia tidak kembali setelah itu. (mati syahid).” (HR Bukhari: 969)

Baca Juga: 10 Tata Cara Berbuka Puasa Dzulhijjah, Disunahkan Makan Kurma dan Minum Air Zamzam

Ustaz Abu Ubaidah menjelaskan, puasa termasuk dalam keumuman hadits ini. Oleh karena itu Imam Ahmad mensunnahkan puasa pada 10 awal Dzulhijjah yakni selain hari idhul adha karena tidak boleh puasa pada hari raya Idul Adha. Maka pendapat yang benar puasa sembilan hari ini hukumnya adalah sunnah. (Majmu Fatawa Ibnu Utsaimin). Di samping itu, Ummul Mukminin Hafshah menuturkan:

أَنَّ النَّبِيَّ كَانَ يَصُوْمُ يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ وَتِسْعًا مِنْ ذِيْ الْحِجَّةِ وَثَلاَثَةَ أَيَّامٍ مِنَ الشَّهْرِ

“Adalah Nabi berpuasa hari ‘Asyura (10 Muharram), sembilan hari pertama bulan Dzulhijjah, dan tiga hari pada setiap bulan.” (HR Nasai 2372, Ahmad 5/271, Baihaqi 4/284, Abu Dawud no 2106)

Baca Juga: Jadwal Buka Puasa Dzulhijjah dan Salat Magrib DKI Jakarta Hari Ini Sabtu 2 Juli 2022

Al Hafidz Ibnu Rajab Al Hanbali rahimahullah, dalam Lathaif al-Maarif, menuturkan bahwa di antara sahabat yang mempraktikkan puasa selama sembilan hari awal Dzulhijah adalah Ibnu Umar, juga ulama lain seperti Al Hasan Al Bashri, Ibnu Sirin dan Qotadah, mereka menyebutkan keutamaan berpuasa pada hari-hari tersebut. Dan ini pendapat mayoritas ulama."

Ustaz Abu Ubaidah mengatakan, dan yang paling ditekankan dari sembilan hari itu adalah puasa pada hari Arafah yaitu 9 Dzulhijjah, sebagaimana dalam hadits Abu Qatadah, bahwa Rasulullah SAW ditanya tentang puasa Arafah, beliau menjawab:

Baca Juga: Doa Buka Puasa Dzulhijjah Sabtu 2 Juli 2022, Lengkap dengan Lafal dan Terjemahan dalam Bahasa Indonesia

يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ “Puasa Arafah menghapus dosa tahun yang lalu dan tahun yang akan datang.”(HR Muslim: 1662).

"Alhasil, puasa pada sembilan awal Dzulhijjah hukumnya adalah sunnah, bahkan kata Imam Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim, mustahab istihbaban syadidan atau sunnah yang sangat ditekankan sekali," kata Ustaz Abu Ubaidah.*** (AyoBandung.com)

Reporter Redaksi
Editor Desi Kris