Khazanah

Inilah Tata Cara Berbuka Puasa Dzulhijjah, dari Menyegerakan Berbuka hingga Baca Doa

Oleh: Admin Minggu 03 Jul 2022, 16:45 WIB
jadwal dan niat puasa dzulhijjah, tarwiyah dan arafah 2022

AYOJAKARTA.COM - Simak tata cara berbuka puasa Dzulhijjah dalam artikel ini.

Bulan Dzulhijjah telah tiba!

Memasuki bulan yang identik dengan Hari Raya Idul Adha dan kurban ini, umat muslim dianjurkan untuk memperbanyak ibadah.

Di antaranya memperbanyak sedekah, membaca dzikir dan Al Quran hingga melakukan puasa sunnah dari tanggal 1 sampai 9 Dzulhijjah.

Baca Juga: 3 Keutamaan Puasa Dzulhijjah, Pahala Berlipat Ganda hingga Hapus Dosa Selama 2 Tahun

Dikutip AyoJakarta.com dari NU Online Jumat (1/7/2022), berikut adalah tata cara berbuka puasa Dzulhijjah sesuai tuntunan.

1. Menyegerakan berbuka

Bila telah yakin masuk waktu buka puasa, maka segeralah berbuka dan jangan menundanya.

2. Berbuka terlebih dulu sebelum salat magrib

3. Baca basmalah

Sebelum berbuka puasa, terlebih dulu membaca basmalah yaitu Bismillahir rahmanir rahim.

4. Makan kurma

Disunahkan makan kurma dengan jumlah ganjil misal tiga atau lima butir.

Diutamakan berbuka dengan kurma basah, namun jika tidak ada boleh dengan kurma kering.

Baca Juga: Keutamaan Puasa Dzulhijjah, Menghapus Dosa Selama 2 Tahun hingga Dibebaskan dari Siksa Neraka

5. Minum air

Jika tidak ada kurma basah atau kering, maka disunahkan berbuka dengan minum air terutama air zamzam sebanyak tiga tegukan.

6. Jika tidak ada air zamzam maka berbuka dengan air yang berasal dari Sungai Nil.

Namun jika tidak ada air dari kedua sumber tersebut bisa meminum air biasa, air mineral atau air kemasan.

7. Jika tidak ada air minum, disunahkan berbuka dengan sesuatu yang manis atau manisan.

8. Membaca doa buka puasa

Disunahkan memebaca doa buka puasa dengan mengangkat kedua belah telapak tangan ke atas.

Baca Juga: Jadwal dan Niat Puasa Tarwiyah di Bulan Dzulhijjah, Lengkap dengan Lafal dan Artinya dalam Bahasa Indonesia

Berikut doa buka puasa

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلى رِزْقِكَ أفْطَرْتُ ذَهَبَ الظَّمأُ وابْتَلَّتِ العُرُوقُ وَثَبَتَ الأجْرُ إِنْ شاءَ اللَّهُ تَعالى

Allâhumma laka shumtu wa ‘alâ rizqika afthartu dzahaba-dh-dhama’u wabtalatil ‘urûqu wa tsabatal ajru insyâ-allâh ta‘âlâ

Artinya:

“Ya Allah, untuk-Mulah aku berpuasa, atas rezekimulah aku berbuka. Telah sirna rasa dahaga, urat-urat telah basah, dan (semoga) pahala telah ditetapkan, insyaaallah.”

9. Makan dan minum secukupnya

Dianjurkan untuk makan dan minum secukupnya, tidak berlebih-lebihan atau bermewah-mewahan apalagi sampai kekenyangan.

Dianjurkan pula agar tidak menyisakan makanan dan minuman yang menimbulkan mubadzir.

10. Setelah selesai makan dan minum, kemudian membaca doa.***

Reporter Admin
Editor Fathul Amanah