AYOJAKARTA.COM - Menjelang puncak haji di Arafah, otoritas Arab Saudi semakin memperketat penjagaan di seluruh akses masuk menuju Kota Makkah, termasuk ke area Masjidil Haram.
Petugas kepolisian setempat berjaga 24 jam penuh di setiap pos pemeriksaan dan pintu masuk utama ke Makkah.
Akses jalan dari Jeddah menuju Makkah, misalnya, kini mengharuskan semua kendaraan melewati pos pemeriksaan atau check point yang ketat.
Baca Juga: Pas untuk Content Creator! Spesifikasi Redmi 13X: HP Sejutaan dengan Kamera 108 MP
Tim Media Center Haji (MCH) yang melakukan perjalanan dari Jeddah ke Makkah pada Senin (26/5/2025) mendapati dua kali pemeriksaan berlapis.
Pemeriksaan Berlapis di Perbatasan Makkah
Pemeriksaan pertama dilakukan di perbatasan Jeddah-Makkah. Pukul 11.00 Waktu Arab Saudi (WAS), antrean menuju gerbang pemeriksaan didominasi mobil pribadi, sementara bus dan kendaraan besar diarahkan ke empat lajur paling kanan.
Gerbang pemeriksaan ini sangat besar, dilengkapi 15 pintu layaknya gerbang tol di Indonesia, dengan antrean mencapai sekitar 150-200 meter.
Baca Juga: Pengumuman SNBT 2025 Rilis 28 Mei, Ini Cara Cek Hasil UTBK dan Link Resminya
Setiap kendaraan akan diperiksa oleh dua petugas kepolisian, didampingi petugas berpakaian gamis putih dan sorban merah putih khas Arab Saudi yang bertugas mengawasi.
Saat mobil tiba di gerbang, polisi langsung menanyakan kelengkapan surat-surat kepada pengemudi dan jumlah penumpang.
Selanjutnya, polisi lain meminta sopir membuka pintu penumpang dan meminta seluruh orang di dalamnya menyerahkan Kartu Nusuk. Satu per satu Kartu Nusuk dipindai dengan alat khusus sebelum diizinkan melanjutkan perjalanan.
Seperti diketahui, Kartu Nusuk menjadi identitas vital bagi jemaah haji sebagai akses masuk ke Kota Makkah dan tempat-tempat ibadah haji, termasuk nanti di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Baca Juga: Spesifikasi iQOO Z10 untuk Para Gamers, HP Gaming Baterai Badak 7300 mAh Harga Rp3 Jutaan
Sekitar 20 menit perjalanan kemudian, ada pos pemeriksaan kedua. Antrean di sini tidak seramai pos pertama dan proses pemeriksaannya lebih cepat.
Polisi hanya membuka pintu mobil, menghitung jumlah penumpang, namun tanpa pengecekan Kartu Nusuk.
Pengawasan Ketat di Masjidil Haram dan Fokus pada Jemaah Legal
Setelah dua pos pemeriksaan tersebut, tidak ada pemeriksaan lagi, baik untuk kendaraan maupun orang. Ketika berada di area Masjidil Haram, meskipun tidak ada pemeriksaan identitas langsung di pintu masuk, hampir semua jemaah haji terlihat mengalungkan Kartu Nusuk.
Baca Juga: Profil Yoni Dores, Pencipta Lagu Legendaris yang Gugat Lesti Kejora Atas Pelanggaran Hak Cipta
Siang itu, tepat azan Zuhur, ribuan orang berbondong-bondong menuju Masjidil Haram, membanjiri jalanan dengan dominasi pakaian putih.
Bagi jemaah yang ingin masuk ke area Ka'bah untuk salat atau tawaf, wajib mengenakan kain ihram. Terlihat petugas di pintu masuk 79 Masjidil Haram melarang beberapa orang yang tidak mengenakan ihram untuk masuk.
Situasi ini berbeda dengan awal musim haji, di mana pemeriksaan identitas (visa haji) dilakukan di setiap pintu masuk Masjidil Haram, dan hanya pemilik visa haji yang diperbolehkan masuk.
Tahun ini, pemerintah Arab Saudi memang sangat fokus melayani jemaah haji yang legal, yaitu mereka yang memiliki izin resmi berupa visa, Kartu Nusuk, dan paspor.
Kartu Nusuk ini diterbitkan oleh Syarikah, perusahaan penyedia layanan yang ditunjuk oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi. Untuk Indonesia, delapan Syarikah melayani 220.000 jemaah haji.
Layanan berbasis Syarikah ini bertujuan untuk mempermudah pergerakan dan meningkatkan kenyamanan beribadah selama puncak haji di fase Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina).
Sejak sebulan sebelum Wukuf Arafah, Arab Saudi juga gencar melakukan razia terhadap mukimin (pendatang dari luar Arab Saudi) yang tidak memiliki izin haji.
Polisi Arab Saudi bahkan telah menangkap ratusan orang dari berbagai negara yang diduga ingin menunaikan ibadah haji menggunakan izin kerja atau visa ziarah.***