Khazanah

Apakah Shalat Idul Adha Bisa Dilakukan Sendiri Tanpa Berjamaah? Simak Tata Cara Shalat Ied

Oleh: Cindra May Ningrum Minggu 16 Jun 2024, 13:59 WIB
Tata Cara Shalat Ied Idul Adha, niat, munfarid atau berjamaan bacaan surat lengkap

AYOJAKARTA.COM - Idul Adha 1445 H merupakan salah satu hari besar umat muslim di seluruh penjuru Negeri.

Di Indonesia sendiri, Hari Raya Idul Fitri 1445 H bertepatan pada 10 Dzulhijjah atau pada hari Senin, 17 Juni 2024.

Umat muslim dianjurkan untuk melaksanakan shalat Idul waktunya antara terbit Matahari hingga Dzuhur tiba.

Baca Juga: Tes Ketelitian : Hanya Orang dengan Penglihatan Tajam yang dapat Menemukan Keanehan Pada Gambar Ini, Kamu Salah Satunya?

Adapun jumlah rakaat shalat Idul Adha adalah dua rakaat, di mana dianjurkan untuk dilakukan berjamaah daripada sendirian (munfarid).

Dikutip ayojakarta.com dari laman jateng.nu.or.id pada Minggu (16/06/2024), berikut tata cara shalat Ied yang wajib kamu simak baik-baik.

1. Shalat idul adha diawali dengan niat, sunnah untuk dilafalkan sebagai cara membimbing hati membaca niat yang sama.

Lafal niat shalat Idul Adha sebagai berikut:


أُصَلِّيْ سُنَّةً لعِيْدِ اْلأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لِلّٰهِ تَعَـــالَى

“ushallî sunnatan li ‘îdil adlhâ (imaman/makmuman) rak'taini” lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku berniat shalat sunnah Idul Adha dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta’ala.”

Apabila shalat Ied dilaksanakan sendirian, tidak perlu menambah kata di dalam kurung (imaman atau makmuman).

Baca Juga: ASYIK! 5 Bansos dari Pemerintah Cair Setelah Hari Raya Idul Adha 2024, Ada Bantuan Rp600 Ribu Secara Tunai

Tetapi jika berjamaah:

- Menjadi imam, perlu ditambah “imâman”

- Ketika menjadi makmun perlu ditambah “makmûman” sebagaimana termaktub di atas.

2. Takbiratul ihram sebagaimana shalat fardhu.

Setelah membaca doa iftitah shalat Ied dilanjutkan dengan membaca takbir dengan mengangkat tangan sebanyak tujuh kali untuk rakaat pertama.

Di antara takbir-takbir tersebut, maka dianjurkan untuk membaca lafal berikut ini:


اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

Allahu akbar kabira walhamdu lilahi katsira wa subhanallahi bukratan wa ashila

Artinya: “Allah Mahabesar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, Mahasuci Allah, baik waktu pagi dan petang.”

Atau boleh juga membaca:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

Subhanallah wal hamdu lillah wa laa ilaha illallah wallahu akbar

Artinya: “Mahasuci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah Mahabesar.”

Baca Juga: SNBT 2024: 10 Jurusan Kuliah S1 SOSHUM dengan Keketatan Tertinggi di Universitas Sebelas Maret (UNS)

3. Kemudian membaca Surat al-Fatihah. Lalu selanjutnya, dianjurkan membaca Surat al-A'lâ.

Selanjutnya dilanjutkan dengan ruku’, I’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan seterusnya hingga berdiri lagi seperti shalat fardhu.

Kemudian berdiri untuk rakaat kedua. Dalam posisi berdiri kembali pada rakaat kedua, takbir lagi sejumlah lima kali dengan mengangkat tangan dan melafalkan “allâhu akbar” seperti sebelumnya.

Di antara takbir-takbir tersebut, kamu dianjurkan untuk melafalkan kembali bacaan sebagaimana dijelaskan pada nomor kedua.

4. Setelah membaca Surat al-Fatihah, pada rakaat kedua ini dianjurkan membaca Surat al-Ghâsyiyah.

Selanjutnya melakukan gerakan ruku’, i’tidal, sujud, dan seterusnya hingga salam.

5. Terakhir, jamaah shalat Idul Adha disunnahkan untuk menyimak khutbah selepas shalat. Tentu hal ini tidak berlaku bagi orang yang shalat Idul Adha sendiri.

Maka, dapat disimpulkan shalat Ied dapat dilakukan sendiri dengan catatan poin-poin di atas.

Demikian informasi terkait tata cara shalat Idul Adha 1445 H, yang akan dilaksanakan pada Senin esok. ***

Reporter Cindra May Ningrum
Editor Jinan Vania Barizky