AYOJAKARTA.COM - Idul Adha identik dengan penyembelihan hewan kurban.
Orang yang berkurban disebut sebagai Shahibul Qurban.
Hampir semua shahibul qurban menyerahkan hewan kurbannya pada panitia di masjid setempat.
Ada yang datang ikut menyaksikan proses penyembelihan. Tidak sedikit pula yang memilih tidak datang.
Mereka tinggal menerima jatah shohibul-nya saja. Lalu bagaimana idealnya? Apakah shohibul qurban menyembelih sendiri hewan kurbannya?
Simak penjelasan yang Ayojakarta.com lansir dari laman muhammadiyah.or.id, Sabtu 8 Juni 2024.
Baca Juga: Tes Psikologi: Ungkap Temperamenmu dengan Melihat Gambar Ini
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim, disebutkan jika Rasulullah SAW berkurban dengan dua ekor domba.
Tak hanya itu Rasul juga meletakkan kakinya di leher hewan tersebut. Sambil membaca doa dan bertakbir, kemudian menyembelih dua ekor domba dengan tangannya sendiri.
Berdasarkan hadis tersebut, shohibul qurban idealnya memang menyembelih sendiri hewan yang dikurbankan.
Selain itu juga dianjurkan untuk membagikan sendiri daging kurbannya kepada yang membutuhkan.
Hal ini dinilai dapat lebih mendekatkan diri pada nilai ibadah qurban. Memberikan pengalaman langsung dan personal dalam beribadah.
Namun, di lapangan sering tidak memungkinkan shohibul qurban untuk menyembelih hewan kurbannya.
Tidak semua shohibul qurban berkemampuan untuk mengetahui pengetahuan yang cukup tentang cara penyembelihan sesuai syariat. Hal ini membuat fleksibilitas dalam pelaksanaan kurban jadi penting.
Meski tidak ada keharusan bagi shohibul qurban untuk menyembelih sendiri hewan kurbannya.
Niat dan ketulusan dalam berkurban tetap jadi yang utama.
Dengan melibatkan panitia, keutamaan dalam penyelenggaraan dan distribusi kurban dapat lebih terjaga serta bermanfaat bagi masyarakat luas.***