Khazanah

Idul Adha Sebentar Lagi, Catat Ini Amalan Sunnah yang Bisa Menghapus Dosa Masa Lalu dan Masa Depan

Oleh: Karseno AJ Kamis 16 Mei 2024, 15:57 WIB
Idul Adha Sebentar Lagi, Catat Ini Amalan Sunnah yang Bisa Menghapus Dosa Masa Lalu dan Masa Depan

AYOJAKARTA.COM -- Selain Idul Fitri, hari raya Idul Adha merupakan salah satu hari penting keagamaan bagi umat muslim di seluruh negara.

Terkait dengan perayaan hari Idul Adha 1445 Hijriah atau 2024 Masehi, hingga hari ini pemerintah melalui Kementerian Agama masih belum memberikan pernyataan resmi.

Guna memastikan dan menetapkan waktu hari raya Idul Fitri maupun Idul Adha, pemerintah kerap menggelar Sidang Isbat.

Baca Juga: Tes Ilusi Optik: Bisa Temukan Angka 7525 pada Gambar? Waktumu 8 Detik Saja Ya!

Sehubungan dengan penetapan 1 Dzulhijjah, pemerintah biasanya menggelar sidang Isbat pada tanggal 29 Dzulqa'idah atau sehari sebelum peralihan bulan.

Namun demikian, bila mengacu pada kalender Masehi, perayaan hari raya Idul Adha 1445 H ditetapkan jatuh pada tanggal 17 Juni 2024.

Di samping itu, keputusan terkait penetapan hari raya Idul Adha juga sudah tertuang dalam Surat Keputusan Bersama Tiga Menteri Nomor 236/2024.

Berdasarkan pada hari Libur Nasional dan Cuti Bersama, tanggal 17 Juni 2024 ditetapkan oleh sebagai perayaan hari Idul Adha.

Baca Juga: Pejuang PNS Wajib Tahu! Inilah 8 Formasi Sepi Peminat Punya Peluang Emas Untuk Lolos CPNS 2024

Kendati secara resmi pemerintah masih belum memberikan pernyataan, salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia telah menyinggung perihal hari raya Idul Adha.

Menurut organisasi Islam Muhammadiyah, tanggal 10 Dzulhijjah 1445 jatuh bertepatan dengan tanggal 17 Juni 2024 Masehi.

Adapun keputusan tersebut merupakan hasil hisab yang sudah dilakukan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Terkait dengan pelaksanaan hari raya Idul Adha, setiap umat muslim yang tidak berhaji memiliki beberapa amalan Sunnah yang dapat dilakukan.

Baca Juga: Alhamdulillah! 2 BLT yang Cair Lewat KKS per Hari Ini, Apakah Salah Satunya Mitigasi Risiko Pangan?

Selain berkurban, amalan lain yang dilakukan oleh umat muslim di bulan Dzulhijah tersebut yakni puasa sunnah sebanyak sembilan hari.

Puasa sembilan hari tersebut dapat terbagi menjadi Tiga jenis yang dimulai pada tanggal Satu hingga tanggal Tujuh disebut puasa Dzulhijjah.

Adapun pembagian waktu puasa sunnah selanjutnya yakni dilakukan tiap tanggal Delapan atau Sembilan Dzulhijjah.

Puasa sunnah di tanggal Delapan sering juga disebut dengan istilah puasa Tarwiyah, sedangkan di tanggal Sembilan Dzulhijjah dikenal dengan istilah puasa Arafah.

Baca Juga: Ini 9 Jurusan Kuliah Teknik Terbaik dan Menjanjikan Masa Depan yang Cerah, Adakah Jurusanmu?

Pada masing-masing ibadah puasa sunnah di awal bulan Dzulhijjah tersebut, umat muslim yang menjalankannya wajib mengawalinya dengan membaca niat.

Melalui hadist yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, bahwasanya Rasulullah SAW pernah menyebut tentang keutamaan menjalankan puasa Arafah serta Asyura.

“Puasa hari Arafah dapat menghapus dosa dua tahun yang telah lepas dan akan datang, dan puasa Asyura (tanggal 10 Muharram) menghapus dosa setahun yang lepas.”***

Reporter Karseno AJ
Editor Eneng Reni Nuraisyah Jamil