Khazanah

Bolehkah Puasa Syawal Tidak Berurutan? Inilah Tata Cara dan Waktu Pelaksanaan Puasa Sunnah Syawal

Oleh: Sarwendah Jumat 12 Apr 2024, 11:56 WIB
Ilustrasi. Puasa Syawal

AYOJAKARTA.COM - Puasa Syawal, yang dilakukan selama enam hari setelah Hari Raya Idul Fitri merupakan sunnah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam.

Puasa syawal dilakukan setelah menyelesaikan ibadah puasa penuh di bulan Ramadhan.

Apakah boleh puasa Syawal dilakukan tidak berurutan? Simak penjelasan berikut.

Dikutip AyoJakarta.com dari baznas.go.id pada Jumat 12 April 2024 tentang tata cara dan waktu pelaksanaan puasa Syawal.

Baca Juga: 5 Keutamaan Puasa Syawal Bagi Umat Islam, Menyempurnakan Ibadah Ramadhan hingga Bentuk Syukur kepada Allah

Menurut Sayyid Sabiq dalam Fiqih Sunnah, Imam Ahmad berpendapat bahwa puasa Syawal bisa dilakukan baik secara berurutan maupun tidak.

Namun, lebih disarankan untuk tidak berurutan. Mazhab Imam Syafi'i dan Hanafi juga menguatkan pandangan dan pendapat tersebut.

Puasa Syawal dilakukan mulai dari tanggal 2 hingga 7 bulan Syawal, mengingat pada tanggal 1 Syawal atau Idul Fitri, berpuasa dilarang.

Dengan demikian, untuk tahun ini, puasa Syawal jatuh pada tanggal 11 April 2024 setelah Idul Fitri tanggal 10 April 2024.

Baca Juga: Ini Dia Keutamaan dan Waktu Melaksanakan Puasa Syawal, Ternyata Bisa di Tanggal Ini

Keutamaan puasa Syawal sangatlah besar, Rasulullah Saw bersabda:

“Siapa yang berpuasa selama bulan Ramadhan dan melanjutkannya dengan berpuasa enam hari di bulan Syawal akan mendapatkan pahala seolah-olah ia telah berpuasa selama setahun.”

Hal ini menggambarkan bahwa melaksanakan puasa di bulan Syawal setara dengan mendapatkan pahala puasa selama setahun penuh.

Tata cara pelaksanaan puasa Syawal mirip dengan puasa pada bulan lainnya, yang membedakan hanyalah niatnya.

Berikut tata cara puasa Syawal yang dikutip dari baznas.go.id dan kemenag.go.id:

1. Niatkan untuk berpuasa Syawal sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ

Artinya, “Saya berniat untuk berpuasa sunnah Syawal besok, dengan niat ini semata-mata karena Allah Ta'ala.”

Baca Juga: Waktu Paling Ideal untuk Menjalankan Ibadah Puasa Syawal, Yuk Kerjakan Mumpung Masih Semangat Ramadhan

2. Sahurlah sebelum fajar.

3. Menahan diri dari segala yang membatalkan puasa.

4. Berbukalah saat waktu berbuka tiba.

Dengan mengikuti panduan, umat Islam dapat melaksanakan ibadah puasa Syawal dengan benar dan meraih keberkahan serta keutamaannya.***

Reporter Sarwendah
Editor Desi Kris