AYOJAKARTA.COM -- Setelah Ramadhan berakhir, umat muslim memiliki kesempatan untuk bisa lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui ibadah puasa Syawal.
Sebagaimana hadist yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, puasa Syawal merupakan salah satu bentuk ibadah Sunnah dengan banyak keutamaan serta manfaat.
Dalam hadist Imam Muslim tersebut juga dijelaskan tentang keutamaan menjalankan ibadah puasa Syawal yang dilakukan selama Enam Hari.
Baca Juga: 5 Tanggal Lahir Berbahaya dan Dianggap Keramat, Ucapannya Bisa Jadi Kenyataan
“Barangsiapa berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka seakan-akan dia berpuasa setahun penuh,”
Balasan dari setiap perbuatan baik yang dilakukan oleh seorang Hamba, juga menjadi firman Allah SWT sebagaimana diabadikan dalam Surat Al-An’am ayat 160.
“Barangsiapa melakukan amal kebaikan, maka akan dibalas baginya dengan sepuluh kebaikan yang semisal,”
Mengingat besarnya keutamaan yang tersembunyi dibalik ibadah tersebut, maka penting bagi kaum muslim untuk bisa menjalankan ibadah sunnah tersebut.
Baca Juga: 4 Hal Penting yang Perlu Diketahui Calon Peserta CPNS 2024, Ternyata Berkaitan dengan 3 Tes ini
Sebagaimana dengan ibadah-ibadah lainnya, melakukan puasa enam hari di bulan Syawal juga perlu diawali dengan membaca niat terlebih dahulu.
Terkait dengan waktu pembacaan niat ibadah puasa syawal selama enam hari, hal tersebut dapat dilakukan pada malam hari setelah waktu Maghrib atau sudah direncanakan.
Bila keinginan untuk berpuasa Syawal dilakukan sejak malam hari atau sudah direncanakan, maka niatnya ialah Nawaitu shouma ghodin an adaai-i sunnatis syawwaali lillahi ta aala.
Adapun arti harfiah dari pembacaan niat tersebut adalah Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah Ta’ala.
Baca Juga: Mengenal 7 Lambang Kepribadian Berdasarkan Hari Lahir, Cek Punyamu di Sini!
Selain itu, niat berpuasa sunnah Syawal juga dapat dilakukan di pagi hari setelah masuknya waktu Subuh atau bersifat dadakan.
Meski demikian niat dadakan hanya berlaku apabila Belum melakukan aktivitas yang dapat membatalkan puasa sejak masuk waktu Shubuh, serta belum datang waktu Dzuhur.
Niat puasa Syawal jika dilakukan secara dadakan adalah dengan membaca niat Nawaitu shouma haadzal yaumi an adaai-i sunnatis syawwaali lillahi ta aala.
Adapun arti pembacaan niat tersebut ialah Aku berniat puasa sunnah Syawal hari ini karena Allah Ta’ala.
Baca Juga: 8 Fakta Unik Orang yang Lahir di Bulan November, Ini Gambaran Kepribadiannya!
Menjalankan puasa sunnah selama enam hari di bulan Syawal, sebaiknya atau idealnya dikerjakan secara berturut-turut atau dimulai pada tanggal dua hingga tanggal tujuh.
Namun demikian, ibadah puasa sunnah enam hari di bulan Syawal juga tetap dapat dilakukan secara acak atau tidak berturut-turut.
Mengacu pada ketentuan tersebut seorang mukmin dapat berpuasa sunnah di pertengahan atau pengujung bulan, selama berjumlah enam hari di bulan Syawal.***