Khazanah

Puasa Syawal atau Bayar Utang Qadha Puasa Ramadhan Duluan yang Dikerjakan? Ini Penjelasannya

Oleh: Sarwendah Kamis 11 Apr 2024, 17:06 WIB
Apakah lebih baik puasa qadha Ramadhan dulu sebelum puasa 6 hari di bulan Syawal, ataukah boleh langsung memulai puasa Syawal?

AYOJAKARTA.COM – Puasa Syawal dan melunasi hutang puasa Ramadan merupakan dua aspek penting dalam praktik ibadah umat Islam.

Lebaran idul fitri 1445 Hijriah telah dilaksanakan pada 10 April 2024 setelah menjalani puasa Ramadhan.

Namun ada beberapa umat islam yang memiliki hutang puasa Ramadhan karena alasan - alasan tertentu yang mengharuskan tidak berpuasa saat bulan Ramadhan.

Sedangkan ada ibadah puasa selama enam hari di bulan syawal yang hukumnya sunnah yang punya keutamaan yaitu pahala setara satu tahun berpuasa.

Lalu, apakah lebih baik puasa qadha Ramadhan dulu sebelum puasa 6 hari di bulan Syawal, ataukah boleh langsung memulai puasa Syawal?

Dilansir Ayojakarta.com dari video YouTube Kajian Ar-Rahman yang diunggah 13 Mei 2021, Ustadz Khalid Basalamah menjelaskan puasa syawal.

Baca Juga: Sisi Positif Orang yang Suka Begadang atau Tidur Larut Malam, Berpengaruh ke IQ!

Ustadz Khalid Basalamah menjelaskan bahwa lebih utama untuk membayar utang puasa Ramadhan lebih dulu.

“Jadi ada hadistnya begini ‘siapa yang puasa Ramadhan sebulan penuh kemudian ditambah bulan syawal sunnah maka pahalanya sama seperti puasa setahun,” ujarnya.

Puasa syawal selama 6 hari boleh dilakukan dengan cara dicicil dan tidak harus berturut – turut namun selama bulan syawal.

Jika ada seorang muslim yang mempunyai utang puasa Ramadhan sebanyak dua hari dan memilih melaksanakan puasa syawal.

Dalam kasus tersebut maka, seorang muslim tersebut juga diperbolehkan.

Baca Juga: Bentuk Bibir Bisa Ungkap Kepribadian dalam Diri Seseorang, Milikmu Tipis atau Penuh?

“Tetapi selama puasa utang Ramadhan tadi belum dibayar maka belum mendapatkan pahala puasa selama setahun karena syaratnya harus lengkap dulu puasa Ramadhan,” ujar Ustadz Khalid Basalamah.

Dikutip dari website bali.kemenang.goid diketahui bahwa diperbolehkan puasa syawal dulu jika alasan tidak puasa Ramadhan karena suatu alasan sesuai syariat.

Jika seseorang tidak dapat berpuasa di bulan Ramadhan karena alasan tertentu, seperti sakit atau haid, maka dia diperbolehkan untuk langsung melaksanakan puasa enam hari di bulan Syawal.

Tidak menjadi masalah baginya untuk memulai puasa Syawal tanpa terlebih dahulu membayar hutang puasa Ramadhan.

Sehingga, meskipun belum membayar hutang puasa Ramadhan di bulan Syawal, tidak akan dianggap sebagai dosa bagi orang tersebut dan dia diperbolehkan untuk langsung melaksanakan puasa Syawal.

Namun, jika seseorang memiliki hutang puasa Ramadhan yang belum dibayar, disarankan untuk segera melunasinya setelah bulan Syawal berlalu.

Menyelesaikan hutang puasa Ramadhan merupakan kewajiban yang harus dipenuhi oleh setiap Muslim.

Dengan melunasinya, seseorang akan mendapatkan pahala yang besar dan menghindari keterlambatan dalam memenuhi kewajiban agama.

Reporter Sarwendah
Editor Aris Abdulsalam