Khazanah

Mengapa Muhammadiyah Lebih Dulu Umumkan 1 Syawal 1445 H Jatuh pada Rabu Besok? Simak Alasannya di Sini!

Oleh: Nuriyah Nofasari Selasa 09 Apr 2024, 06:23 WIB
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir

AYOJAKARTA.COM - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah sudah mengumumkan Idul Fitri pada tahun 2024 lebih awal berdasarkan metode hisab penentuan wujudul hilal.

Pengumuman pelaksanaan Idul Fitri ini dilakukan dengan alasan tertentu.

Muhammadiyah telah menetapkan bahwa 1 Syawal 1445 H atau perayaan Idul Fitri jatuh pada Rabu, 10 April dan Idul Adha akan jatuh pada Senin, 17 Juni 2024.

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menjelaskan bahwa pengumuman mengenai awal 1 Syawal 1445 H tersebut tidak dimaksudkan untuk mendahului pihak lain karena ini hal yang lumrah setiap tahun.

Baca Juga: Hari Ini Kemenag akan Gelar Sidang Isbat Penetapan Idul Fitri 2024, Ini Sederet Agenda yang akan Dilakukan dalam Sidang

"Jadi Pengumuman dan maklumat ini hal lumrah setiap tahun. Sebagaimana berbagai organisasi di Islam mengeluarkan” ucap Haedar, dikutip Ayojakarta.com dari Youtube Muhammadiyah Channel, pada Selasa, 9 April 2024.

“Bahkan negara itu mengeluarkan kalender Hijriah yang berisi tentu juga dalam tahu Hijriah yang ada urusannya dengan kegiatan-kegiatan ritual ibadah," lanjutnya.

Haedar juga menyampaikan pengumuman Muhammadiyah ini maklumat yang normal terjadi karena mereka menggunakan metode Hisab dengan metode khusus Hisab Hakiki.

Baca Juga: 5 Amalan Sunnah Hari Raya Idul Fitri Sesuai Anjuran Rasulullah SAW yang Perlu Kamu Ketahui

"Maklumat Muhammadiyah ini maklumat yang normal terjadi dan dilakukan karena kami menggunakan metode hisab dengan metode khusus dengan hisab hakiki wujudul hilal” ucapnya.

Ketua PP Muhammadiyah mengatakan bahwa ia harus menyampaikan alasan mengapa Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal 1445 H lebih dahulu agar tidak lagi menjadi diskusi apalagi polemik Muhammadiyah kok duluan karena tidak ada yang mendahului dan sebaliknya.

Ia juga berharap umat muslim khususnya di Indonesia dapat menjadikan perbedaan dan persamaan ini sebagai bentuk toleransi.

"Boleh jadi nanti ada perbedaan awal dan dimungkinkan ada kesamaan untuk Idul Fitri dan Idul Adha, atau juga mungkin ada juga yang beda seperti juga setiap tahun di kelompok-kelompok kecil kan suka ada yang berbeda di Tanah Air, maka baik kesamaan maupun perbedaan itu harus sudah menjadikan kaum Muslim untuk terbiasa toleran tasamuh bahkan tanawwu itu perbedaan cara dalam hal menjalankan ibadah termasuk dalam memulai bulan Ramadhan, Syawal dan Dzulhijjah," katanya.

Sebagai penutup ia mengatakan pesan tersebut akan memperkuat niat kita dalam beribadah, karena selama masih ada perbedaan dalam hal metode.***

Reporter Nuriyah Nofasari
Editor Desi Kris