Khazanah

Mengeluh Kehausan Saat Berpuasa Apakah Bisa Batal? Simak Penjelasan Berdasarkan Sudut Pandang Agama

Oleh: Iit Lita Apriani Senin 08 Apr 2024, 19:05 WIB
Illustrasi. Minuman air dingin

AYOJAKARTA.COM - Puasa, sebagai salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan, memiliki aturan yang jelas dan tegas.

Namun, terkadang muncul situasi ketika seseorang merasa sangat haus atau lelah saat menjalankan puasa.

Hal ini sering kali menimbulkan pertanyaan dan kekhawatiran mengenai sah atau tidaknya puasa tersebut, serta apakah keluhan yang diucapkan bisa membatalkan pahala puasa.

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, simak penjelasan berikut yang dikutip oleh Ayojakarta.com dari laman resmi NU Online (08/04/2024).

Baca Juga: Info Terbaru BLT Mitigasi Risiko Pangan Positif Cair Untuk KPM Kriteria Ini, Cek Sekarang!

Dalam ajaran agama Islam, ada beberapa kondisi yang memungkinkan seseorang untuk tidak berpuasa, seperti orang yang sakit atau dalam keadaan yang membutuhkan asupan makanan dan minuman untuk menjaga kesehatannya.

Namun, rasa haus atau lelah fisik bukanlah alasan yang cukup untuk membatalkan puasa.

Berkurangnya kebugaran tubuh saat berpuasa adalah efek yang wajar dan tidak mempengaruhi keabsahan puasa.

Terkait dengan keluhan seperti "Ya Allah, saya haus" yang muncul saat berpuasa, hal ini secara hukum tidak membatalkan puasa.

Namun, perlu diingat bahwa keluhan tersebut sebaiknya tidak menjadi ekspresi ketidakikhlasan atau ketidakrelaan atas aturan agama dalam menjalankan ibadah.

Puasa bukan hanya tentang ketaatan formal, tetapi juga tentang ikhlas dan kesadaran akan keberadaan Allah dalam setiap aspek kehidupan.

Baca Juga: Kamaruddin Simanjuntak Sindir Kontrasnya Kehidupan Koruptor dan Masyarakat 'Bawah', Minta Harvey Moeis Dimiskinkan

Dalam Islam, terdapat dua jenis perbuatan yang dapat menghilangkan pahala puasa.

Pertama, mufathirat hissiyah, yaitu hal-hal yang secara langsung membatalkan puasa, seperti makan, minum, atau hubungan suami istri di siang hari Ramadhan.

Kedua, mufathirat maknawiyah, yaitu perbuatan-perbuatan yang tidak sampai membatalkan puasa secara fisik, namun mengurangi pahala dan kualitas puasa, seperti ghibah, berbohong, atau sumpah palsu.

Dalam prakteknya, penting bagi setiap muslim untuk menjaga kesadaran dan kesungguhan dalam menjalankan ibadah puasa.

Meskipun keluhan seperti kehausan atau kelelahan fisik mungkin timbul, usahakan untuk tetap menjalankan puasa dengan penuh kesabaran dan ketulusan.

Puasa bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga tentang meningkatkan kesadaran spiritual dan ketaqwaan kepada Allah.

Dengan demikian, walaupun keluhan kehausan saat berpuasa tidak membatalkan puasa secara fisik, namun sebaiknya kita selalu berusaha untuk menjalankan ibadah puasa dengan penuh kesadaran dan keikhlasan.

Semoga Allah menerima segala amal ibadah kita dan memberikan keberkahan serta ampunan di bulan suci Ramadhan.

Reporter Iit Lita Apriani
Editor Jinan Vania Barizky