Khazanah

Panduan Lengkap Itikaf di Masjid di 10 Malam Terakhir Ramadhan, Kamu Harus Tahu!

Oleh: Iit Lita Apriani Kamis 04 Apr 2024, 03:30 WIB
Ilustrasi Itikaf di Masjid

AYOJAKARTA.COM -- Ramadhan merupakan bulan penuh berkah yang disambut dengan kerinduan.

Salah satu amalan sunah yang menjadi keutamaan di 10 malam terakhir adalah memperbanyak itikaf di masjid.

Dalam penjelasan Syekh Zainuddin Al Malibari dalam Fathul Muin dan penguraian Ustaz M Tatam Wijaya, kita mendapatkan pandangan komprehensif mengenai praktik itikaf seperti dikutip Ayojakarta.com dari laman resmi Nu Online, Rabu (03/04/2024).

Baca Juga: Capek Ketemu Banyak Orang? Ini 6 Cara Kembalikan Energi bagi Kepribadian Introvert

Pengertian Itikaf

Itikaf secara terminologi adalah berdiam diri di masjid dengan niat ibadah kepada Allah khususnya ibadah yang biasa dilakukan di masjid.

Ini adalah momen untuk mengunjungi, menghormati dan mendekatkan diri kepada-Nya.

Dalil dan Keutamaan Itikaf

Rasulullah SAW menggambarkan itikaf di 10 malam terakhir Ramadhan sebagai beritikaf bersamanya, menunjukkan keutamaannya yang besar.

Melakukan itikaf pada malam-malam terakhir adalah sebuah upaya mendekatkan diri kepada Allah dan memperoleh keberkahan Lailatul Qadar.

Baca Juga: 3 Tips Anti Mabuk Perjalanan saat Mudik Lebaran, Jangan Lupa Konsumsi Ini!

Hukum dan Rukun Itikaf

Hukum asalnya adalah sunah, namun bisa menjadi wajib jika dinazarkan.

Adapun rukun itikaf meliputi:

1. Niat

Penting untuk menyebutkan status fardhu itikafnya apabila hal tersebut dinazarkan.

2. Berdiam diri di masjid

Sekurang-kurangnya selama tumaninah salat.

3. Masjid

Tempat pelaksanaan itikaf.

4. Orang yang beritikaf

Orang yang beritikaf haruslah muslim, berakal sehat dan suci dari haid, nifas serta junub.

Baca Juga: Perkiraan Jumlah Pemudik 2024 dari H-7 hingga H+7 Lebaran, Hindari Puncak Arus Mudik yang Bisa Capai 26 Juta Orang

Syarat Orang yang Beritikaf

Dalam keterangan yang ada di Kitab Mausuah Al Fiqhiyyah Al Kuwaitiyyah juz 5 halaman 209 disebutkan bahwa ada beberapa syarat orang beritikaf:

- Beragama Islam

- Berakal sehat

- Tamyiz

- Suci dari dari haid dan nifas

- Suci dari junub

Baca Juga: Ridwan Kamil Beri Pesan buat Netizen yang Tertukar antara Sandra Dewi dan Dewi Sandra

Macam-macam Itikaf dan Niatnya

1. Itikaf mutlak

Niatnya sebagai berikut:

نَوَيْتُ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ للهِ تَعَالَى

2. Itikaf terikat waktu tanpa terus-menerus

Niatnya:

نَوَيْتُ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ يَوْمًا / لَيْلًا كَامِلًا / شَهْرًا لِلَّهِ تَعَالَى

3. Itikaf yang dinazarkan

Niatnya:

نَوَيْتُ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ فَرْضًا للهِ تَعَالَى / نَوَيْتُ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ شَهْرًا مُتَتَابِعًا فَرْضًا للهِ تَعَالَى

Baca Juga: Mendalami Keutamaan Itikaf, Amalan Rasulullah di 10 Malam Terakhir Ramadhan

Hal-hal yang Membatalkan Itikaf

- Berhubungan suami-istri

- Mengeluarkan sperma

- Mabuk yang disengaja

- Murtad

- Haid

- Nifas

- Keluar tanpa alasan

- Keluar untuk memenuhi kewajiban yang bisa ditunda

Dengan pemahaman yang mendalam mengenai panduan pelaksanaan itikaf diharapkan umat muslim dapat memperoleh keberkahan dan mendekatkan diri kepada Allah dalam menjalankan amalan sunah ini di bulan Ramadhan yang penuh berkah.***

Reporter Iit Lita Apriani
Editor Fathul Amanah