Khazanah

Batas Minimal Menghidupkan Lailatul Qadar dan Keutamaannya Menurut Pandangan Ulama

Oleh: Iit Lita Apriani Rabu 03 Apr 2024, 03:30 WIB
Ilustrasi Lailatul Qadar

AYOJAKARTA.COM -- Ramadhan, bulan penuh berkah yang diselimuti dengan keistimewaan luar biasa, menyimpan satu malam yang amat mulia yaitu Lailatul Qadar.

Allah menegaskan keutamaan malam ini dalam Alquran, menyatakan bahwa ibadah di malam tersebut bernilai lebih dari 1000 bulan.

Menurut hadis shahih yang diriwayatkan Imam Al Bukhari, menghidupkan malam Lailatul Qadar akan menghapus dosa yang telah dikerjakan.

Ayat tersebut menyiratkan bahwa orang yang menghidupkan malam ini dengan iman dan harapan pahala dari Allah akan diampuni dosanya.

Baca Juga: Promo Jelang Lebaran! Mobil Bekas Toyota Innova Venturer 2017 Dibanderol Cuma Rp20 Juta, Termurah se Jakarta Pusat

Namun, seberapa banyak upaya yang harus dilakukan seseorang untuk dianggap telah menghidupkan malam Lailatul Qadar sehingga berhak mendapatkan keutamaannya?

Berikut informasi yang dikutip Ayojakarta.com dari laman resmi NU Online, Selasa (02/04/2024).

Sebagai gambaran, beberapa riwayat menyebutkan bahwa hanya dengan mengerjakan salat Isya secara berjemaah pada malam tersebut, seseorang sudah memperoleh bagian dari keutamaan Lailatul Qadar.

Namun, pandangan lain menekankan bahwa seseorang harus menghidupkan seluruh malam atau sebagian besar malamnya untuk meraih keutamaan tersebut.

Baca Juga: Tersembunyi di Sepuluh Hari Terakhir Malam Ganjil Ramadhan, Inilah Sejarah Datangnya Malam Lailatul Qadar

Sayyid Abdullah Al Ghumari dalam kitab Ghayatul Ihsan merangkum bahwa seseorang yang istikamah mengerjakan salat Isya dan Subuh dengan berjemaah sepanjang bulan Ramadhan masih memiliki harapan besar untuk mendapatkan kemuliaan dari Allah.

Hal tersebut akan tetap berlaku meskipun tidak menemui atau mengetahui tanda-tanda Lailatul Qadar.

Dengan demikian, meskipun batas minimal menghidupkan Lailatul Qadar masih menjadi perdebatan yang terpenting adalah konsistensi dalam ibadah sepanjang bulan Ramadhan terutama dalam mengerjakan salat Isya dan Subuh secara berjemaah.

Dengan anugerah Allah yang maha luas, harapan akan mendapatkan kemuliaan dan keistimewaan Lailatul Qadar tetap besar bagi mereka yang istikamah dalam ibadahnya.

Melalui pembahasan ini, semoga kita semakin memahami pentingnya ibadah dan kesungguhan dalam menjalankannya serta menyadari kebesaran rahmat Allah yang senantiasa menghadirkan peluang kebaikan bagi hamba-Nya.***

Reporter Iit Lita Apriani
Editor Fathul Amanah