AYOJAKARTA.COM -- Lailatul Qadar merupakan salah satu istilah yang selalu dikaitkan dengan kehadiran bulan Ramadhan.
Keberadaan Malam Kemuliaan ini juga sering diistilahkan oleh sebagian kalangan dengan malam yang keistimewaannya melebihi jumlah seribu bulan.
Meski tidak pernah secara pasti diketahui kapan waktu persisnya, namun kehadiran malam yang lebih baik dari seribu bulan ini telah memberikan tanda terjadinya.
Baca Juga: Rencana Fungsional 7 Ruas Jalan Tol Lebaran 2024 yang Wajib Kamu Ketahui Sebelum Mudik!
Menjadi salah satu momen penting bagi umat Muslim, sejarah Lailatul Qadar juga sempat dikisahkan oleh Rasulullah SAW kepada para Sahabat.
Alkisah terdapat seorang laki-laki shalih dari Bani Israil yang gemar melakukan ibadah kepada Allah SWT pada malam hari hingga mendekati waktu Subuh.
Di pagi hari hingga sore harinya, laki-laki shalih tersebut juga ikut berjihad di jalan Allah SWT dengan melawan tentara musuh.
Kesabaran dan keberanian lelaki shalih tersebut terus dilakukan selama sekitar 83 tahun empat bulan atau sekitar seribu bulan.
Baca Juga: Simak 4 Jurusan Kuliah Termurah Di Indonesia, Dari Jurusan Sejarah Hingga Pendidikan Olahraga
Mendengar penjelasan yang disampaikan Rasulullah SAW tentang lelaki shalih tersebut, para Sahabat mengaku iri dengan ketaqwaannya.
Karena usia kaum muslim ketika itu sudah beranjak dewasa, rasa kuatir tidak dapat menyamai kesalehan lelaki tersebut mulai dirasakan para Sahabat.
Mendengar keinginan kuat dari para Sahabat, Malaikat Jibril AS kemudian mendatangi Rasulullah SAW untuk menyampaikan firman Allah SWT.
Tanpa diketahui Sahabat, di tengah kerumunan tersebut Allah SWT mengutus Malaikat Jibril AS untuk mulai membacakan Surat Al Qadr ayat 1 hingga 5.
Usai Malaikat Jibril kembali ke Langit, Rasulullah SAW kemudian membacakan ulang firman Allah SWT tersebut di hadapan para Sahabat.
Mendengar ayat tersebut, para Sahabat menyambut gembira karena mendapat kesempatan untuk bisa beribahan lebih banyak.
Pada kesempatan berbeda, Rasulullah SAW juga sempat memberikan petunjuk tentang keberadaan waktu Lailatul Qadr sebagaimana tertulis dalam Hadist Riwayat Bukhari.
“Sesungguhnya aku diperlihatkan dalam mimpi, tentang Lailatul Qadar, namun aku lupa atau dilupakan waktunya, maka carilah ia pada sepuluh hari terakhir di malam yang ganjil.”
Selain memberi petunjuk waktu, Rasulullah SAW juga memberikan tanda terjadinya malam yang lebih indah dari seribu bulan.
Berdasarkan hadist yang diriwayatkan Imam Ahmad, saat terjadi lailatul qadr, malam akan terasa terang, tenang, sunyi, tidak panas dan tidak dingin, dan jarang bintang.
Saat malam Lailatul Qadar berlangsung, Allah SWT memastikan alam semesta dalam keadaan penuh dengan keselamatan dan kesejahteraan hingga terbit fajar.***