Khazanah

Alasan Sudah Rajin Ibadah dan Berpendidikan Tinggi tapi Hatinya Masih Toxic, Begini Cara Mengatasinya

Oleh: Sarwendah Kamis 28 Mar 2024, 16:07 WIB
Ilustrasi | Alasan utama orang yang rajin ibadah dan berpendidikan tapi hatinya masih toxic yaitu tidak memberi makan jiwa mereka.

AYOJAKARTA.COM – Mengapa banyak yang rajin beribadah dan berpendidikan tinggi, tapi hati masih toxic?

Istilah "toxic" digunakan untuk menggambarkan perilaku dan lingkungan yang merusak atau beracun bagi kesehatan emosional seseorang.

Toxic dianggap negatif, yang dapat menyebabkan stres, dan menyebabkan ketidakseimbangan emosional.

Hubungan atau lingkungan yang toxic tidak sehat dan dapat merusak kesehatan mental diri sendiri bahkan orang lain.

Banyak dari kita mengenal orang-orang yang rajin beribadah, memiliki tingkat pendidikan tinggi, bahkan sukses dalam karir mereka.

Mereka tampak sempurna dari luar tetapi hati mereka toxic, Apakah Anda juga merasa seperti itu?

Anda mungkin melihat mereka cenderung toxic dalam siklus negatif seperti iri, dengki, atau menggosip.

Baca Juga: Ternyata Berbeda antara Pelamar Baru dengan Lama dalam Rekrutmen Bersama BUMN 2024

Dilansir AyoJakarta.com dari video YouTube Tresnany Moonlight yang diunggah 24 November 2023, berikut alasan orang yang rajin ibadan dan berpendidikan tapi masih toxic.

Alasan utama orang yang rajin ibadah dan berpendidikan tapi hatinya masih toxic yaitu tidak memberi makan jiwa mereka.

Manusia terdiri dari tiga elemen yaitu fisik, jiwa, dan roh. Jika salah satu dari ketiganya kelaparan, akan terasa kosong.

Bagaimana cara agar tidak toxic meskipun sudah rajin ibadah dan berpendidikan tinggi? Simak cara berikut.

1. Memberi makan tubuh fisik kita.

Hal ini melibatkan pola makan sehat, olahraga teratur, tidur yang cukup, dan menjaga kesehatan secara umum.

2. Melibatkan pembelajaran spiritual jiwa.

Ada praktik - praktik yang dapat dilakukan seperti meditasi, bersyukur, menghargai kehidupan saat ini.

Baca Juga: Syarat Nilai Minimal UTBK untuk Bisa Masuk STAN, Ternyata Berbeda antara Jalur Reguler dengan Afirmasi

3. Memberi makan roh dalam diri.

Dapat dihidupkan dengan praktik keagamaan atau rohani yang sesuai dengan keyakinan kita.

Itulah alasan dan cara mengatasi orang yang suka beribadah dan berpendidikan tinggi tapi masih toxic.

Reporter Sarwendah
Editor Aris Abdulsalam