Khazanah

Hukum Tidak Puasa untuk Pekerja Kasar, Begini Penjelasan Buya Yahya

Oleh: Nisrina Harum Lestari Rabu 27 Mar 2024, 10:10 WIB
Illustrasi. Pekerja Kasar

AYOJAKARTA.COM – Salah satu tantangan ketika menjalankan puasa Ramadhan adalah melakukan pekerjaan dan aktivitas berat.

Selama menjalankan puasa Ramadhan, kita tidak akan makan dan minum dalam waktu yang cukup lama.

Hal ini tentu akan mempengaruhi aktivitas yang kita lakukan karena tidak mempunyai cukup tenaga.

Baca Juga: Tes Kepribadian: Apakah Kamu Punya Masa Depan yang Cerah? Pertama Kali Kamu Lihat Daun atau Burung

Jika terlalu banyak melakukan aktivitas yang menguras energi, tubuh akan terasa lemas dan tak bertenaga.

Lebih-lebih mungkin ada yang sampai merasa pusing sehingga tak kuat untuk melanjutkan puasa.

Mungkin banyak orang yang masih bingung apakah boleh tidak berpuasa ketika melakukan pekerjaan kasar?

Pendakwah Yahya Zainul Ma'arif Jamzuri atau Buya Yahya pernah memberikan penjelasan mengenai hukum tidak puasa bagi pekerja kasar.

Buya Yahya mengatakan seseorang tidak boleh membatalkan puasa sejak pagi hari karena hukumnya haram.

“Jadi kalau orang bekerja keras enggak kuat puasa itu enggak boleh membatalkan dari pagi. Hukumnya haram. Tetap saja dengan kerjaannya tukang becak atau yang lainnya dari pagi, malam sudah sahur, pagi niat puasa,” kata Buya Yahya dikutip dari kanal YouTube Jalan Baru pada Senin (27/3/2024).

Baca Juga: Fresh Graduate Merapat! Ini Daftar 11 Formasi CPNS 2024 yang Bisa Dilamar oleh Lulusan S1 Semua Jurusan

Buya Yahya menjelaskan sebaiknya tetap berpuasa terlebih meski mengerjakan pekerjaan berat.

Akan tetapi, jika kemudian seseorang tidak kuat karena pekerjaan yang berat maka boleh dibatalkan.

“Jika di perjalanan nanti enggak mampu baru batalin. Kalau dia batalin dari awal enggak boleh. Ini ngatur Allah, kurang ajar kepada Allah. Bisa saja bosnya ngomong ‘hari ini kalian tidak usah kerja, dibayar tetap’. Terlanjur enggak puasa, ayo mau gimana?” jelasnya.

Lebih lanjut, Buya Yahya menegaskan agar umat muslim tidak mendahului Allah.

Buya Yahya kembali menekankan agar seseorang tetap berpuasa dan apabila tidak mampu maka boleh dibatalkan.

“Jangan dahului Allah. Jadi dari pagi sudah niat puasa. Kemudian di tengah perjalanan nanti kok tiba-tiba enggak mampu batalin. Itu bukan saja terjadi kepada dia, siapapun dari kita,” tutupnya.***

Reporter Nisrina Harum Lestari
Editor Jinan Vania Barizky