AYOJAKARTA.COM - Terapi uap adalah salah satu terapi hirup uap atau gas bagi penderita penyakit paru-paru seperti bronkitis atau asma.
Ada yang bertanya kepada ustadz dr. Raehanul Bahraen tentang terapi uap dan merokok saat puasa.
Selain itu, perbuatan merokok juga seperti terapi uap yang menghirup dan menghisap alatnya. Namun ternyata, ada yang membatalkan dan tidak membatalkan puasa. Mengapa demikian?
Berikut penjelasannya menurut ustadz dr. Raehanul Bahraen dikutip AyoJakarta.com dari Instagram @raehanul_bahraen.
“Kenapa terapi uap tidak batal tapi merokok kok batal? Ini kenapa bisa? Bukankah sama-sama menghirup asap?” ujarnya membacakan pertanyaan.
Baca Juga: 4 Tipe Karakter Kepribadian dalam Memilih Bisnis yang Cocok, Kamu Cocok Jadi Pengusaha Apa?
Kemudian ustadz dr. Raehanul Bahraen mengulang pertanyaan dan mengatakan jawabannya dalam postingan reels Instagramnya, @raehanul_bahraen.
“Kenapa bisa begitu? Ini jawabannya,” ujar ustadz dr. Raehanul Bahraen melanjutkan perkataannya.
Merokok ada unsur kesengajaan memasukkan rokok ke dalam mulut. Sedangkan terapi uap tidak.
“Pertama, orang yang merokok sengaja memasukkan sedangkan terapi uap tidak, tidak niat dia,” jelasnya dalam reels tersebut.
Ustadz dr. Raehanul Bahraen kemudian menjelaskan kalau terapi uap tidak dilakukan saat tidak kambuh.
“Kalau tidak kambuh, dia tidak ini (terapi uap),” jelasnya melanjutkan perkataan sebelumnya tentang terapi uap.
Kemudian ustadz dr. Raehanul Bahraen menjelaskan bagaimana cara terapi uap tersebut yang hanya hirup 1-2 kali.
“Kemudian soal terapi uap, dia hanya menghirup pasif. Jadi ada uap, dia hirup uap tersebut ataupun mungkin yang menghirup ini (uap), dia hanya menghirup sekali. Gitu satu kali, dua kali dia hirup,” jelasnya.
Sedangkan merokok itu menghirup atau menghisap dengan penuh dan kuat hingga sampai habis bisa berapa kali hirupan.
“Adapun merokok dia menghirup kuat gitu ya, dan menghirupnya sampai habis, itu bisa berapa kali hirupan itu kalau satu rokok,” jelasnya.
Kalau terapi uap itu menghirup biasa saja dan napas biasa ketika uapnya lewat. Hanya sekali atau dua kali hirup.
“Sedangkan kalau terapi uap hanya menghirup biasa, napas seperti biasa uapnya lewat ataupun kalau dia menghirup yang terapi batangan, dia hanya menghirup sekali, dua kali,” jelasnya lagi.
Baca Juga: Bukan Fisik atau Masa Lalunya, Berikut Ini 4 Cara Menilai Orang Lain
Merokok membatalkan puasa karena zat rokok yang dihirup atau dihisap itu tembus hingga lambung.
“Ternyata zatnya sampai ke lambung. Beberapa zat kimia rokok tersebut, zatnya sampai ke lambung dan inilah yang membatalkan puasa,” akhir penjelasannya.*