AYOJAKARTA.COM — Puasa merupakan ibadah utama dalam agama Islam. Puasa lebih dari sekadar menahan lapar, haus, dan nafsu.
Melainkan, puasa juga melibatkan pengendalian diri dalam berbicara dan berperilaku, serta memperkuat ketaatan kepada aturan-aturan agama.
Kewajiban puasa diatur pada tahun kedua Hijriah dan disebutkan dalam Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 183 sebagai sarana untuk mencapai ketakwaan.
Dikutip dari NU Online, praktik Islam tidak langsung mengharuskan puasa bagi anak-anak, namun mencantumkan mencapai usia baligh sebagai salah satu syaratnya.
Namun, untuk membangun kebiasaan beribadah, Islam mendorong orang tua untuk mengajarkan anak-anaknya beribadah, termasuk puasa, sejak dini. Ini dilakukan agar anak-anak terbiasa dengan ibadah sejak kecil.
Baca Juga: Hukum Menangis saat Puasa Ramadhan, Apakah Batal? Ini Penjelasan Buya Yahya
Sheikh Zainuddin Al-Malibari menjelaskan dalam kitabnya Fathul Mu'in bahwa ini dilakukan untuk menanamkan kebiasaan beribadah yang kuat sejak dini.
Metode pendidikan dan latihan puasa sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw. Para sahabat menggunakan berbagai cara, seperti memberikan mainan dari kapas kepada anak-anak untuk mengalihkan perhatian mereka dari lapar.
Ini dilakukan dengan penuh kasih sayang dan kesadaran akan pentingnya membangun kebiasaan beribadah sejak usia dini.
Dalam konteks modern, pendekatan yang serupa dapat dilakukan dengan memberikan anak-anak kegiatan yang bermanfaat agar mereka lupa akan lapar dan haus saat berpuasa.
Tujuannya adalah agar anak-anak terbiasa beribadah kepada Allah swt sejak usia dini.
Baca Juga: Ini 5 Rekomendasi Takjil untuk Berbuka Puasa yang Murah dan Meriah, Gak Perlu Keluarin Banyak Uang
Sheikh Ahmad Al-Qasthalani juga menyatakan bahwa membawa anak-anak ke masjid sebagai latihan untuk taat dan membiasakan beribadah.
Secara keseluruhan, pendidikan anak sejak dini untuk membiasakan beribadah, termasuk puasa, telah dilakukan oleh para sahabat Nabi Muhammad saw.
Mereka memberikan perhatian kepada kebutuhan spiritual anak-anak dengan memberikan alternatif yang bermanfaat.
Pendekatan serupa juga bisa diterapkan di zaman sekarang dengan memberikan kesibukan yang positif kepada anak-anak.***