AYOJAKARTA.COM - Setiap memasuki bulan Ramadhan, aktivitas kaum muslim yang beriman dipenuhi dengan ibadah-ibadah tambahan seperti sahur.
Bagi orang-orang yang beriman, sahur bukanlah sekedar peristiwa makan dan minum atau menyiapkan diri menghadapi puasa.
Sahur bagi kaum muslim dan orang-orang beriman merupakan salah satu bentuk praktik atau pengaplikasian ajaran Nabi Muhammad SAW.
Hal tersebut sejalan dengan Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari serta Muslim yang menyebut, bersahurlah karena sahur memiliki keberkahan.
Baca Juga: Keseruan Mahfud MD Ngabuburit Nobar dan Diskusi Film Eksil: Sangat Bagus dan…
Sehubungan dengan makna keberkahan dalam hadist tersebut, Syeikh Ibnu Hajar Al Haitami memberi penjelasan.
Menurut Syeikh Ibnu Hajar Al Haitami, makna pertama keberkahan dalam hadits tersebut adalah persediaan tenaga.
Dengan adanya berkah berupa tenaga, maka kondisi fisik seorang mukmin yang beriman menjadi lebih siap untuk menjalankan ibadah puasa.
Adapun makna keberkahan kedua yang tersembunyi dibalik kalimat Baginda Rasulullah SAW tersebut adalah pahala kebaikan.
Sebagaimana menjadi dasar perilaku, setiap kaum muslim yang beriman dan mengerjakan suatu amalan kebaikan perlu memiliki dasar atau tuntunan.
Disamping kedua penjelasan tersebut, keberkahan lain yang tersembunyi dibalik ibadah sahur adalah bebas dari hisab.
Setiap hal dari perkara kecil hingga besar yang berkaitan dengan fungsi seluruh tubuh manusia dan peruntukannya, akan dimintai pertanggung jawaban.
Namun pada ibadah sahur setiap makanan serta minuman halal yang masuk ke dalam tubuh, akan dibebaskan dari hisab atau perhitungan.
Anggapan mengenai makanan sahur bebas hisab tersebut juga sejalan dengan hadist Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam At-Tabrani.
“Ada tiga makanan yang Insya Allah tidak akan dihisab jika makanan itu halal, yaitu makanan orang berbuka, sahur, dan makanan orang berjihad di jalan Allah,”
Terkait dengan keistimewaan yang tersimpan di dalam ibadah sahur, berikut ini merupakan anjuran-anjuran mengenai ibadah sahur juga perlu diketahui.
Baca Juga: Ketahui Skor Kolektibilitas SLIK OJK Secara Daring! Lengkap Waktu hingga Rincian Sesi Kuota
Waktu bersahur sebaiknya diakhir karena hal itu sesuai dengan hadist yang diriwayatkan Ibnu Add, segeralah berbuka dan akhirkanlah sahur.
Mengakhiri waktu sahur akan mencegah dari timbulnya rasa kenyang dan malas sehingga berkesempatan untuk Subuh berjamaah.
Anjuran kedua yang perlu dilakukan terkait dengan ibadah sahur adalah tetap dikerjakan meskipun dalam keadaan perut masih kenyang, sebagaimana hadits riwayat Ahmad.
Adapun cara yang bisa dilakukan umat muslim untuk bersahur dengan kondisi perut kenyang adalah dengan seteguk air atau sesuap makanan yang disertai niat bersahur.
“Makan sahur adalah berkah, janganlah kalian tinggalkan walau hanya meminum seteguk air, karena Allah dan para Malaikat bersholawat kepada orang yang makan sahur,” ***