AYOJAKARTA.COM – Ketahui hukum puasa Ramadhan ikut NU dan pemerintah tapi lebaran ikut Muhammadiyah.
Sidang isbat untuk menentukan awal bulan Ramadhan 1445 H akan digelar oleh Kementerian Agama pada 10 April 2024.
Sedangkan Muhammadiyah telah menetapkan awal puasa Ramadhan 1445 Hijriah jatuh pada 11 Maret 2024.
Hal ini kerap menimbulkan perbincangan di masyarakat karena mungkin ada perbedaan awal Ramadhan.
Sehingga menimbulkan pertanyaan, bolehkah puasa ikut NU dan pemerintah tapi Idul fitri ikut Muhammadiyah?
Pertanyaan tersebut timbul karena keinginan puasa ikut pemerintah karena lebih lama satu hari mulainya.
Baca Juga: Arti Kata Mudik dan Kepanjangannya dalam Bahasa Jawa, Ternyata Begini Makna Lengkap dengan Asal-Usul
Sedangkan lebaran Idul Fitri ikut Muhammadiyah karena lebih cepat satu hari dari penetapan pemerintah.
Dikutip AyoJakarta.com dari website setneg.go.id tentang adanya potensi beda penentuan awal Ramadhan 1445 H.
Menyikapi hal ini, Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma'ruf Amin mengajak masyarakat untuk menghormati perbedaan.
Ma'ruf Amin juga menyarankan untuk tetap menjalankan ibadah sesuai dengan keputusan yang diyakini.
Wapres juga menegaskan bahwa perbedaan dalam penetapan awal puasa adalah hal yang wajar.
Sebab, dalam menentukan keberadaan hilal, terdapat beberapa kriteria yang mungkin berbeda.
"Setiap ada tinggi hilal di bawah 2 derajat, pasti ada perbedaan, karena perbedaan kriteria," ujar Ma'ruf Amin.
Wapres menghimbau agar masyarakat tetap beribadah dan merayakan Idul Fitri sesuai jadwal penetapan yang dipilih.
"Pokoknya yang puasanya ikut pemerintah, lebarannya ikut pemerintah. Kalau puasanya ikut Muhammadiyah, lebarannya ikut Muhammadiyah," tegas Wapres.
Dalam unggahan video YouTube Zahrowy yang diunggah 16 April 2022 menjawab juga menjelaskan jawabannya.
“Kalau ikut NU tetapi jumlah puasanya sudah 29 hari boleh, tetapi kayaknya kok gak mungkin,” ujar Ahmad Zahro.
Kyai prof. DR.H Ahmad Zahro merupakan Guru besar UIN Sunan Ampel Surabaya dan pakar fiqh kontemporer.
Jadi Anda dapat menentukan pilihan, tetapi disarankan untuk mengikuti satu jadwal penetapan.
Misalnya puasa ikut jadwal pemerintah dan NU maka sampai lebaran Idul Fitri juga ikut pemerintah dan NU.
Ataupun juga sebaliknya, jika ingin puasa ikut Muhammadiyah maka lebaran Idul Fitri juga ikut Muhammadiyah.
Itulah penjelasan tentang puasa ikut NU tetapi Idul Fitri ikut Muhammadiyah.