AYOJAKARTA.COM - Salah satu tradisi atau kebiasaan masyarakat Indonesia saat memasuki bulan Ramadhan adalah dengan mengunjungi makam anggota keluarga atau leluhur.
Selain di pedesaan, tradisi berziarah atau mengunjungi makam menjelang Ramadhan juga dilakukan oleh masyarakat di perkotaan.
Namun tradisi berziarah ke makam saat menjelang datang Ramadhan, kini justru menimbulkan sejumlah persoalan serta keluhan di masyarakat.
Baca Juga: 5 Tips Penting agar Pengajuan KUR BRI 2024 Auto di ACC Pihak Bank, Calon Debitur Wajib Tahu
Keluhan sejumlah warga perihal makam tersebut terjadi di Tempat Pemakaman Umum Semper, Jakarta Utara akibat kondisinya yang memprihatinkan.
Bersamaan dengan musim hujan, kondisi sejumlah makam di TPU Semper mengalami gangguan akibat kondisinya yang tergenangi air.
Untuk bisa mendekati pusara makam keluarga, sejumlah warga harus menerabas genangan air serta terpaksa memberi tanda khusus agar terlihat oleh peziarah lainnya.
Disamping kondisi makam tergenang air, warga juga menyayangkan rimbunnya ilalang liar yang tumbuh hampir menutupi makam.
Karena itu, para peziarah berharap agar Pemerintah Daerah bisa lebih menunjukkan kepedulian terhadap fasilitas pemakaman.
Atas kejadian tersebut, warga berharap agar Pemda bisa melakukan pengaturan laju air atau irigasi serta melakukan upaya perbaikan.
Baca Juga: 3 Amalan Utama di Bulan Ramadhan 2024, Amalan Ini Ada yang Setara Haji dan Umrah Lho
“Genangan air yang merendam kuburan bisa diuruk, agar terlihat rapi oleh warga yang akan melakukan ziarah,” ungkap pengunjung makam bernama Yudi.
Berbeda dengan TPU Semper yang harus mengalami kebanjiran dan becek, sejumlah fasilitas di pemakaman justru telah lama ditawarkan oleh berbagai pihak.
Nama-nama pemakaman elit seperti San Diego Hill, Graha Sentosa Memorial Park, Al Azhar Memorial Garden, Heaven Memorial Park, serta Taman Kenangan Lestari akrab di telinga.
Selain dikenal karena lokasinya yang berada di kawasan terbuka dan sejuk, sejumlah fasilitas khusus juga sengaja disediakan oleh pihak pengelola makam.
Namun tentu saja segala fasilitas yang belum tentu ada atau tersedia di TPU bisa diperoleh calon penghuni makam secara murah atau bahkan gratis.
Untuk bisa mendiami salah satu kavling di lokasi pemakaman yang terkenal sebagai pemakaman elit tersebut, seseorang harus membayar sedikitnya Rp 74.250,000.
Rincian harga tersebut diketahui setelah salah seorang warganet mengunggah rincian daftar harga yang berlaku di sebuah pemakaman elit.
Dalam rincian harga juga diketahui bahwa di salah satu kuburan elit menyediakan kategori lain yang nilai huniannya bisa mencapai Rp 2.232.000.000.
Atas adanya unggahan tersebut, salah seorang warganet kemudian berseloroh perihal keistimewaan di makam-makam elit.
“Di San Diego emang beda fasilitasnya, siksa kuburnya pake anastesi katanya,” tulis warganet @*urulif* yang disukai ribuan warganet lain. ***