AYOJAKARTA.COM – Dalam artikel ini, diberikan penjelasan mengenai mandi wajib atau junub setelah sahur dalam konteks puasa Ramadhan.
Apakah boleh mandi wajib setelah sahur dan puasanya sah? Simak penjelasan berikut.
Sahur merupakan kegiatan makan dan minum sebelum mulai puasa dan menjadi bagian penting dari ibadah puasa Ramadhan.
Jika seseorang tertidur dan bangun setelah masuk waktu Subuh, puasanya tetap sah.
Baca Juga: Bacaan Niat Mandi Wajib Puasa Ramadhan untuk Pria dan Wanita Lengkap Tata Cara Pelaksanaannya
Dalam riwayat Bukhari dan Muslim, diceritakan Rasulullah SAW yang berada dalam kondisi junub di pagi hari saat bulan Ramadhan.
Beliau mandi dan kemudian menjalankan ibadah puasa Ramadhan.
Ulama menjelaskan bahwa puasa yang dilakukan Rasulullah SAW saat itu tidak perlu diqadha karena puasanya tetap sah dan sempurna.
Dalam Islam, terdapat larangan bagi orang yang junub seperti tidak diperbolehkan:
Baca Juga: Pahami Tata Cara Mandi Wajib Bagi yang Mau Menikah
- Salat,
- Membaca Alquran,
- Memegang mushaf,
- Thawaf,
- Berdiam diri di masjid.
Namun, jika tidak sempat mandi junub sebelum sahur disarankan untuk membasuh kemaluan dan berwudhu terlebih dahulu.
Baca Juga: Niat dan Tata Cara Mandi Wajib Jelang Puasa Ramadhan 2024
Pertanyaan muncul apakah boleh mandi wajib setelah sahur?
Mayoritas ulama membolehkannya karena mandi wajib tidak memengaruhi sah atau tidaknya puasa seseorang.
Hal ini didasarkan pada hadis yang mencatat praktik Nabi Muhammad SAW.
Penting untuk mengucapkan niat secara sungguh-sungguh sebelum mandi wajib.
Baca Juga: Niat Mandi Wajib Jelang Bulan Ramadhan 2024 Lengkap Bacaan Latin dan Tata Cara Pelaksanaannya
Langkah-langkah mandi wajib meliputi:
- Niat,
- Membersihkan area intim,
- Membaca bismillah,
- Wudhu,
- Menuangkan air ke kepala bagian kanan, kiri dan tengah,
- Mengguyur tubuh bagian kanan lalu kiri hingga seluruh tubuh terbasuh air,
- Melanjutkan dengan mandi keramas,
- Cuci kaki.
Baca Juga: Cuma Pakai Bumbu Dapur Ini, Lantai Kamar Mandi yang Berkerak dan Menghitam Auto Kinclong!
Tata cara ini diambil dari ajaran Islam yang terdapat dalam kitab Al Bukhari, Muslim dan sumber-sumber lainnya.
Diharapkan dengan memahami dan melaksanakan mandi wajib dengan benar, umat Islam dapat mempersiapkan diri dengan baik untuk menyambut bulan Ramadhan dengan jiwa yang bersih dan suci.***