AYOJAKARTA.COM – Tidak terasa hanya tinggal menghitung hari umat muslim di seluruh dunia akan melaksanakan ibadah puasa Ramadhan.
Salah satu hal yang wajib dilakukan umat muslim ketika menjalankan puasa Ramadhan adalah niat.
Niat puasa dianjurkan dibaca sebelum memasuki waktu fajar atau sebelum memasuki waktu salat Subuh.
Mungkin masih banyak umat muslim yang bingung apakah boleh meniatkan puasa untuk sebulan penuh sekaligus.
Baca Juga: 10 Jurusan Kuliah yang Mudah Mendapat Pekerjaan, Ada Akuntansi hingga Psikologi
Dikutip ayojakarta.com dari YouTube Yufid.TV pada Selasa (5/3/2024), seluruh ibadah tidak akan diterima Allah SWT kecuali harus ada niat.
Niat adalah keinginan kuat untuk melakukan sesuatu termasuk dalam ibadah tersebut adalah puasa.
Puasa yang dijalankan seorang muslim tidak akan diterima Allah SWT jika tidak ada niat.
Nabi Muhammad SAW menegaskan pentingnya niat dalam berpuasa dalam sebuah hadis yang berbunyi sebagai berikut.
“Barangsiapa yang tidak meniatkan untuk berpuasa sebelum fajar, maka orang tersebut tidak ada puasa baginya” (HR. An Nasa'i).
Baca Juga: Resep dan Cara Membuat Es Teler Sultan Kuah Kental Buat Menu Buka Puasa Ramadhan 2024
Para ulama menjelaskan bahwa niat itu ketika awal memasuki puasa.
Seseorang bisa meniatkan dari awalnya bahwa ia akan berpuasa selama sebulan di bulan Ramadhan.
Ini niat awal yang mencakup semua hari yang ada di bulan Ramadhan dan hal tersebut diperbolehkan.
Baca Juga: 8 Karakter Orang yang Menyukai Makanan Pedas, Pantesan Mereka...
Pada setiap harinya seseorang meniatkan lagi sebelum masuk waktu fajar, maka hal tersebut diperbolehkan dan dianjurkan.
Akan tetapi jika tidak, maka cukup dengan niat yang pertama tadi yaitu satu bulan Ramadhan penuh ingin berpuasa.
Kecuali jika harus terputus di tengah jalan karena sakit sehingga tidak bisa berpuasa dalam beberapa hari, maka seorang muslim harus meniatkan kembali puasanya.
Sehingga niat yang awal tadi tidak cukup untuk menjadikan niat itu sebagai niat semuanya karena sudah putus di tengah jalan.
Baca Juga: Kepribadian Orang saat Acungkan Jari Jempol, Kamu Melengkung atau Lurus?
Sebagian orang mungkin meniatkan dengan lisan atau ucapannya, perlu diingat bahwa Nabi Muhammad SAW tidak pernah mengajarkan membaca niat dengan dikeraskan.
Kecuali dalam beberapa hal seperti dalam pelaksanaan ibadah seperti haji dan umrah, Nabi Muhammad SAW melafazkan dengan suara yang jelas dan keras.
Selain dari itu maka niat ada di dalam hati sehingga sudah dianggap cukup sebagai niat dan itu menjadikan puasa di bulan Ramadhan sebagai puasa yang sah.***