Khazanah

Ziarah Kubur Jelang Puasa Ramadhan Diperbolehkan Atau Bertentangan dengan Syariat Islam? Ini Penjelasannya

Oleh: Dyah Arum Ratri Senin 04 Mar 2024, 17:10 WIB
Lantas bagaimanakah sebenarnya hukum melakukan ziarah kubur jelang bulan puasa Ramadhan ini? Apakah tergolong musyrik?

AYOJAKARTA.COM – Sebentar lagi umat muslim di seluruh dunia termasuk Indonesia akan menyambut bulan suci Ramadhan.

Salah satu tradisi yang kerap dilakukan oleh masyarakat Indonesia jelang puasa Ramadhan adalah ziarah kubur ke makam leluhur.

Lantas bagaimanakah sebenarnya hukum melakukan ziarah kubur jelang bulan puasa Ramadhan ini? apakah diperbolehkan atau justru tergolong musyrik?

Untuk mengetahui jawabannya, mari kita ulas lebih lanjut berdasarkan penjelasan dari laman Nu Online yang dikutip pada 3 Maret 2024 berikut ini.

Perlu diketahui jika berdasarkan sebuah hadis ada yang menyebut jika Rasulullah SAW dahulu pernah melarang umat muslim untuk melakukan ziarah kubur.

Namun larangan tersebut bukan tanpa alasan, dikarenakan pada saat itu umat muslim masih dalam kondisi lemah iman serta kondisi sosiologis masyarakat Arab yang masih didominasi kemusyrikan dan kepercayaan terhadap sesembahan dan juga dewa.

Kemudian seiring berkembangnya waktu disaat perkembangan Islam makin pesat dan secara keimanan sudah dianggap kokoh kemudian Rasulullah SAW membolehkan kegiatan ziarah kubur.

Baca Juga: Tes Penglihatan: Asah Kemampuan Mata Elang dan Fokusmu, Temukan 7 Perbedaan di Gambar Kucing Lucu Dalam 10 Detik

Keterangan Rasulullah tersebut terdapat dalam Sub Bab Turmudzi no 973 sebagai berikut.

حديث بريدة قال : قال رسول الله صلى الله علية وسلم :"قد كنت نهيتكم عن زيارة القبور فقد أذن لمحمد في زيارة قبر أمه فزورهافإنها تذكر الآخرة"رواة الترمذي (3/370))

Hadits dari Buraidah berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Saya pernah melarang berziarah kubur. Tapi sekarang Muhammad telah diberi izin untuk berziarah ke makam ibunya. Maka sekarang berziarahlah..! karena hal itu dapat mengingatkan kamu kepada akhirat.”

Kemudian inilah yang kemudian dijadikan patokan oleh para warga nahdliyin yang kemudian meyakini hukum diperbolehkannya melakukan ziarah dengan tujuan dan alasan ‘tazdkiratul akhirah’ atau mengingatkan kita kepada akhirat.

Dengan kata lain melakukan ziarah entah ke makam orang tua maupun orang shalih dan para wali adalah suatu kebaikan yang dianjurkan.

Diperbolehkannya kegiatan ziarah makam ini juga terdapat dalam al’Mu’jam al-Kabir li Thabrani juz 19, seperti berikut.

حدثنا محمد بن أحمد أبو النعمان بن شبل البصري, حدثنا أبى, حدثنا عم أبى محمد بن النعمان عن يحي بن العلاء البجلي عن عبدالكريم أبى أمية عن مجاهد عن أبى هريرة قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم "من زار قبر أبويه أو احدهما فى كل جمعة غفرله وكتب برا

Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa berziarah ke makam kedua orang tuanya atau salah satunya setiap hari Jum’at maka Allah mengampuni dosa-dosanya dan dia dicatat sebagai anak yang ta’at dan berbakti kepada kedua orang tuanya.”

Terkait dengan pahala yang akan didapatkan ketika melakukan ziarah makam tertera dalam kitab Al-maudhu'at berdasar pada hadits Ibnu Umar RA.

أنبأنا إسماعيل بن أحمد أنبأنا حمزة أنبأنا أبو أحمد بن عدى حدثنا أحمد بن حفص السعدى حدثنا إبراهيم بن موسى حدثنا خاقانالسعدى حدثنا أبو مقاتل السمرقندى عن عبيد الله عن نافع عن ابن عمر قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم " من زار قبر أبيهأو أمه أو عمته أو خالته أو أحد من قراباته كانت له حجة مبرورة, ومن كان زائرا لهم حتى يموت زارت الملائكة قبره

Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa berziarah ke makam bapak atau ibunya, paman atau bibinya, atau berziarah ke salah satu keluarganya, maka pahalanya adalah sebesar haji mabrur. Dan barangsiapa yang istiqamah berziarah kubur sampai datang ajalnya maka para malaikat akan selalu menziarahi kuburannya.”

Baca Juga: Tes Psikologi: Pilih Satu Gambar Kunci untuk Tahu Kepribadian Pemimpi, Praktis, Suka Menolong, Atau Percaya Diri

Dengan demikian bisa disimpulkan melakukan ziarah kubur atau makam sangat dianjurkan dan diperbolehkan dalam Islam serta merupakan tradisi sesuai syari atau tidak bertentangan.

Bahkan ziarah kubur ini bisa sebagai sarana tarbiyah keimanan seseorang agar senantiasa mengingat kematian serta akhirat sehingga bisa lebih meningkatkan keimanan dan ketaqwaan.

Reporter Dyah Arum Ratri
Editor Aris Abdulsalam