Khazanah

Hutang Puasa Ramadhan Wajib Dibayar atau Diqadha? Ini Batas Waktu Pelunasan yang Perlu Diketahui Kaum Muslim

Oleh: Karseno AJ Minggu 25 Feb 2024, 21:28 WIB
Hutang Puasa Ramadhan Wajib Dibayar atau Diqadha? Ini Batas Waktu Pelunasan yang Perlu Diketahui Kaum Muslim

AYOJAKARTA.COM – Salah satu permasalahan yang sering dihadapi umat muslim menjelang datangnya Ramadhan adalah hutang puasa atau meng-qhada puasa.

Sebagaimana dengan jenis hutang lainnya, hutang puasa Ramadhan merupakan salah satu hal yang wajib dilunasi setiap umat muslim.

Namun demikian, masih terdapat pertanyaan terkait dengan pelaksanaan batas waktu dalam mengqadha puasa Ramadhan.

Sebab menurut sebagian kalangan, ada yang berpendapat bahwa membayar hutang puasa Ramadhan tidak lagi diperkenankan setelah bulan Rajab.

Baca Juga: 7 Rekomendasi Outfit Pria Muslim Paling Kekinian, Siap Sambut Ramadhan 2024 dengan Tampan dan Beriman

Seiring telah berakhirnya bulan Rajab, umat muslim akan tiba pada bulan Syaban sebelum akhirnya tiba di bulan Ramadhan.

Sebagaimana diketahui bahwa sebelum memasuki Ramadhan, maka wajib bagi umat muslim untuk menyelesaikan kewajiban berpuasanya di tahun lalu atau mengqadha puasa.

Atas pertimbangan tersebut, tidak sedikit umat muslim yang mempertanyakan batas waktu pelaksanaan membayar hutang puasa.

Terkait dengan batas waktu tersebut, terdapat sejumlah pendapat yang semuanya memiliki dalil atau ketetapan hukum.

Baca Juga: 5 Tips Melakukan Olahraga Saat Puasa Ramadhan, Penting Untuk Pilih Waktu yang Tepat Salah Satunya!

Sebagian kalangan yang membatasi waktu pelaksanaan mengqadha puasa didasarkan pada hadis Nabi SAW yang diriwayatkan Abu Daud dari Abu Hurairah RA.

“Jika sudah masuk pertengahan bulan Syaban, janganlah berpuasa, HR Abu Daud 2337,”

Selain itu, sebagian kalangan juga mempertanyakan perihal maksud dari hadis Nabi SAW yang juga diriwayatkan Abu Hurairah RA.

“Janganlah kalian berpuasa satu atau dua hari sebelum Ramadhan, kecuali seseorang yang punya kebiasaan puasa sunnah, maka ia boleh puasa, HR Bukhari 1914 dan Muslim 1082,”

Baca Juga: RAMADHAN BERKAH! Ini 4 Bansos yang Bakal Cair Maret 2024 Tepat di Bulan Puasa, BLT Mitigasi Risiko Pangan Termasuk?

Terkait dengan pelaksanaan puasa di bulan Syaban, Rasulullah SAW diketahui melakukan ibadah puasa satu bulan penuh.

Ditukil ayojakarta.com dari HR Bukhari 1970 dan Muslim 1156, bahwasanya Aisyah RA mengatakan bahwa Nabi SAW banyak melakukan puasa di bulan Syaban.

“Belum pernah Nabi Muhammad SAW berpuasa lebih banyak dari pada puasa bulan Syaban, terkadang Beliau berpuasa sebulan penuh,”

Mengacu kepada beberapa hadis tersebut, maka larangan berpuasa setelah memasuki bulan Syaban tidak berlaku secara mutlak.

Baca Juga: Apakah Gosok Gigi Saat Puasa Bisa Batal dan Gimana Hukumnya? Begini Penjelasan Buya Yahya

Dengan kata lain, seseorang yang jarang atau bahkan tidak pernah berpuasa di bulan Syaban tidak diharuskan untuk berpuasa.

Terkait dengan batas waktu pelaksanaan mengqadha puasa atau membayar hutang puasa, batas akhirnya adalah sampai datang bulan Ramadhan.

Cara tersebut juga sudah pernah dilakukan Ummul Mukminin Aisyah RA yang melunasi hutang puasa di Ramadhan di bulan Syaban.

“Dulu saya punya utang puasa Ramadhan dan saya tidak bisa mengqadhanya kecuali di bulan Syaban, HR Bukhari 1950 dan Muslim 2743,”

Wallahu'alam Bissawab.***

Reporter Karseno AJ
Editor Fathul Amanah