AYOJAKARTA.COM -- Kondisi geografis Indonesia yang ditumbuhi pepohonan, membuat infrastruktur jalan raya di sejumlah daerah Indonesia menjadi terkesan angker.
Selain karena diapit oleh pepohonan rindang dan besar, kesan jalan raya yang angker juga disebabkan karena adanya cerita-cerita mistis dari masyarakat sekitar.
Perpaduan dari kondisi alam dan cerita-cerita tersebut, menimbulkan adanya istilah daerah dengan jalan raya terangker di Indonesia.
Baca Juga: 10 Daerah yang Punya Mobil Pribadi Terbanyak di Indonesia, Ternyata Nomor 1 Bukan Jakarta Lho!
Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah lima wilayah di Indonesia yang dikenal sebagai daerah dengan jalan terangker.
Daerah yang dikenal memiliki jalan angker pertama di Indonesia adalah Alas Roban, Batang, Jawa Tengah.
Saat pembangunan jalur Alas Roban dilakukan di tahun 1808 sampai 1811, tidak sedikit korban jiwa yang berjatuhan.
Misteri di jalur Alas Roban juga juga mencuat karena dijadikan sebagai lokasi pembuangan korban aksi Penembak Misterius atau Petrus di Masa Orde Baru.
Di jalur yang menghubungkan antara wilayah Batang dengan Semarang ini telah berulang kali terjadi berbagai macam kecelakaan dan peristiwa tidak masuk akal.
Bukan hanya mengalami rem blong, kecelakaan kendaraan juga disebabkan karena adanya Sosok Penampakan atau mendadak tersesat di tengah-tengah hutan.
Jalur angker di wilayah Indonesia selanjutnya adalah Cadas Pangeran yang berada di wilayah Sumedang, Jawa Barat.
Ketika pertama kali dibangun, jalur Cadas Pangeran dikabarkan sempat menjadi lokasi pembuangan mayat yang jumlahnya mencapai sekitar 5.000 jiwa.
Dari cerita para korban kecelakaan yang selamat, sejumlah pengguna jalan banyak mengaku sempat melihat sosok ular besar sebelum peristiwa.
Baca Juga: 7 Daerah Penghasil Kopi Terbaik di Indonesia, Ada yang Sudah Mendunia Lho!
Selain di Sumedang, jalur jalan yang dikenal sebagai wilayah angker di Indonesia adalah Tanjakan Emen di Subang.
Konon sebutan tanjakan ini diambil dari salah seorang nama pengemudi angkot yang meninggal saat hendak mengantar ikan asin dari Ciroyom, Bandung menuju ke Subang.
Sebelum meninggal dunia karena kecelakaan, tubuh Emen sempat terbakar hidup-hidup dan sejak itu mulai sering terjadi keanehan dan sejumlah kecelakaan lainnya.
Wilayah dengan julukan sebagai jalur angker karena curam di Indonesia selanjutnya adalah Tanjakan Tarahan, Lampung di KM 21 hingga 22 Lintas Sumatera.
Selain sering mengalami mesin kendaraan yang tiba-tiba mati, para korban kecelakaan juga mengaku sering melihat penampakan sosok perempuan di tengah jalan.
Wilayah di Indonesia selanjutnya yang dikenal dengan julukan sebagai daerah jalan raya angker adalah Campuhan, Bali.
Selain diakibatkan oleh kecelakaan, julukan jalan raya angker di Campuhan juga disebabkan oleh seringnya penampakan arwah pelajar SMK bernama Shinta.***