Khazanah

Kapan Awal 1 Ramadhan 2024? Peneliti BRIN: Kemungkinan Pemerintah dan Muhammadiyah Berbeda...

Oleh: Karseno AJ Minggu 11 Feb 2024, 11:05 WIB
Illustrasi. 1 Ramadhan 1445 H

AYOJAKARTA.COM - Bulan Rajab penuh dengan berkah akan segera beralih ke bulan Syaban hingga tiba pada bulan Ramadhan yang dinantikan oleh seluruh umat muslim.

Salah satu indikasi antusiasme umat muslim terhadap kedatangan bulan penuh ampunan tersebut, ditunjukkan dengan rasa ingin tahu akan waktu awal Ramadhan atau 1 Ramadhan 1445 H

Baca Juga: 5 Cara Kenali Kelebihan Diri, Tes Kepribadian Salah Satunya, Pernah Coba?

Dalam menentukan awal Ramadhan, pemerintah biasanya akan melakukan sidang isbat usai melakukan pengamatan bulan baru dari sejumlah lokasi di Indonesia.

Dari hasil pengamatan di berbagai lokasi tersebut, pemerintah akan melakukan penetapan awal Ramadhan untuk dijadikan acuan masyarakat.

Mengingat saat ini belum memasuki bulan Syaban, pemerintah melalui Kementerian Agama hingga kini belum melakukan proses pengamatan tersebut.

Baca Juga: CATAT! 23 Prodi Paling Sepi Peminat di UNHAS, Ada 3 Prodi Baru yang Punya Kesempatan Lolos SNBP Besar!

Sebagaimana dengan Nahdlatul Ulama (NU) yang menggunakan pengamatan bulan, pemerintah cenderung menetapkan awal Ramadhan di penghujung bulan Syaban.

Namun demikian, organisasi islam seperti Muhammadiyah justru telah memperkaya khasanah penetapan awal 1 Ramadhan 1445 H.

Terkait dengan penetapan 1 Ramadhan 1445 H, Muhammadiyah telah menetapkan awal Ramadhan akan jatuh bertepatan pada hari Senin, 11 Maret 2024.

Penetapan 1 Ramadhan 1445 H dilakukan dengan berdasarkan pada Hisab Hakiki Wujudul Hilal yang dianut oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah.

Surat keputusan penetapan 1 Ramadhan 1445 H tersebut telah ditanda tangani oleh Hamim Ilyas dan Atang Solihin selaku Wakil Ketua dan Wakil Sekretaris Majelis Tarjih dan Tajdid.

Sehubungan dengan penetapan datangnya awal 1 Ramadhan 1445 H yang telah diumumkan PP Muhammadiyah, Peneliti BRIN memberi tanggapan.

Baca Juga: Maaf! 2 Bansos Ini Jokowi Hentikan Sementara Jelang Pemilu 14 Februari 2024, Kapan Cair Kembali?

Menurut Thomas Djamaluddin selaku Ahli Astronomi dan Astrofisika Pusat Riset BRIN, ada kemungkinan awal Ramadhan antara pemerintah dengan Muhammadiyah berbeda.

Salah satu alasan kemungkinan perbedaan tersebut terjadi karena pemerintah menggunakan metode baru dalam menentukan bulan baru, yakni MABIMS.

MABIMS merupakan kesepakatan antara Menteri Agama dari negara-negara di kawasan Asia Tenggara seperti Brunei, Indonesia, Malaysia dan Singapura.

Untuk disebut sebagai bulan baru, posisi bulan harus memenuhi kriteria ketinggian minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat. ***

Reporter Karseno AJ
Editor Jinan Vania Barizky