AYOJAKARTA.COM – Isra Mi’raj sebagai momen yang amat bersejarah dalam kehidupan umat Islam.
Peringatan akan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW pada tanggal 8 Februari 2024 mendatang.
Hal ini menjadi kesempatan berharga bagi umat Islam di seluruh dunia untuk beribadah dan memperkuat iman.
Peristiwa Isra Mi'raj, yang jatuh pada tanggal 27 Rajab 1445 Hijriah menjadi momen memperdalam ibadah.
Banyak yang bertanya-tanya, apakah diperbolehkan untuk berpuasa? Berikut pembahasannya.
Pertama puasa pada bulan Rajab, termasuk tanggal 27 Rajab yang bersamaan dengan peringatan Isra' Mi'raj.
Puasa rajab merupakan puasa sunnah yang diperbolehkan dalam ajaran Islam.
Amalan puasa sunnah di bulan ini memiliki keutamaan sehingga merupakan ibadah yang dianjurkan.
Sebelum membahas tentang ‘apakah puasa di hari Isra Mi'raj diperbolehkan’? Simak daftar hari yang diharamkan untuk berpuasa berikut.
Ada beberapa hari yang dalam Islam dilarang untuk berpuasa dan berdosa jika dijalankan.
Sebagaimana yang disampaikan dalam sebuah video yang diunggah oleh Al-Bahjah pada 5 Maret 2024.
Penjelasan tersebut disampaikan oleh Buya Yahya, berikut hari yang dilarang untuk berpuasa, antara lain adalah:
1. Hari Raya Idul Fitri.
2. Hari Raya Idul Adha.
3. Hari tasyrik, yang jatuh pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.
4. Puasa di akhir-akhir bulan Sya'ban (tidak disarankan).
Dari daftar tersebut, dapat disimpulkan bahwa berpuasa pada hari Isra' Mi'raj tidak termasuk larangan tersebut.
Oleh karena itu, berpuasa di bulan Rajab, termasuk pada tanggal 27 Rajab saat hari Isra' Mi'raj, adalah amalan yang diperbolehkan.
Hari Isra' Mi'raj jatuh pada hari kamis dan umat Islam dianjurkan untuk menjalankan puasa sunnah Senin-Kamis.
Ini adalah kesempatan tambahan untuk mendapatkan pahala dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dengan demikian, diperbolehkan menjalankan puasa pada tanggal 27 Rajab saat peringatan Isra' Mi'raj.
Namun, yang terpenting adalah niat menjalankan puasa dalam meningkatkan ibadah kepada Allah.***