AYOJAKARTA.COM - Lebaran 2025 telah usai, umat Islam saat ini memasuki bulan syawal yang dimana ada pahala dahsyat yang dijanjikan oleh Allah SWT dalam menjalankan Ibahan puasa syawal selama 6 hari.
Tak hanya itu akan ada juga keutamaan lain dari puasa Syawal ini yang sayang untuk dilewatkan bagi seluruh Umat Muslim di dunia.
Adapun pelaksanaan puasa Syawal dapat dilakukan sejak tanggal 2 Syawal atau satu hari setelah Hari Raya Idul Fitri sebagai berikut.
Melihat Hari Raya Idul Fitri 2025 jatuh pada tanggal 31 Maret 2025, maka bulan Syawal jatuh pada tanggal 1 April 2025.
Diketahui Puasa Syawal merupakan puasa sunnah di bulan Syawal yang menjadi rangkaian ibadah setelah melaksanakan puasa Ramadhan dan melaksanakan salat Idul Fitri. Yang dimana berikut adalah niat Puasa Syawal yang wajib diketahui:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu sauma ghadin ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ.
Artinya:
“Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah SWT.”
Baca Juga: 7 Rekomendasi Wisata Jabodetabek untuk Libur Lebaran 2025
Namun jika Kamu lupa membaca niat tersebut di malam hari sebelum berpuasa, maka diperbolehkan membaca niat puasa Syawal di pagi hari atau siang hari karena puasa tersebut merupakan puasa sunnah, niat tersebut adalah
نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ.
Artinya, “Aku berniat puasa sunah Syawal hari ini karena Allah SWT.”
Itulah niat puasa Syawal yang wajib diketahui bagi seluruh Umat Muslim, sedangkan berikut adalah keutamaan puasa sunnah Syawal yang sangat Istimewa berdasarkan Ustadz Adi Hidayat.
Beliau menyebut jika aka nada amalan dalam bulan Syawal jika hari pertama kitab Isa melakukan Sholat Idul Fitri, bercengkarama dengan kelyarga dan membangun silahturahmi serta adanya keutamaan ibadah di bulan Syawal.
Ustadz Adi juga menegaskan jika di hari kedua hingga akhir bulan syawal ini sangat Istimewa.
Ustadz Adi Hidayat juga mengatakan jika pada jaman dahulu sahabat Abu Ayub al Ansori menerima sebuah informasi yang penting dari Nabi Muhammad SAW dan kemudian informasi tersebut dirangkum ke dalam sebuah kitab shahih oleh Imam Muslim dengan nomor hadits 1164. Yang dimana Hadis tersebut berbunyi sebagai berikut
“Barang siapa puasa Ramadhan kemudian dilanjutkan dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka seperti berpuasa sepanjang masa. Sebulan ditambah selama 6 hari nilainya setara dengan satu tahun.”
Selain itu, Ustadz Adi Hidayat menjelaskan ada tiga hal yang penting dalam hadist tersebut, yaitu
1. Rasulullah SAW memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada pengikutnya umat Islam agar mereka dapat menyempurnakan amalannya dengan menjalankan puasa sunnah Syawal selama 6 hari dibulan Syawal.
Adapun nilai pahala yang akan diterima seseorang yang mengerjakan puasa Syawal tersebut setara dengan melakukan puasa selama satu tahun lamanya dan hal ini ditegaskan melalui QS Al-An'am ayat 160 (QS 6:160).
Apabila kemudian satu bulan sama dengan 30 hari, maka dapat dikalikan 10 yang nilainya menjadi 300 kemudian puasa Syawal selama 6 hari dikalikan 10 dan hasilnya 60. Maka pahala yang nilainya 300 diatas kemudian ditambah 60 hasilnya menjadi 360 hari.
Maka akan didapatkan nilai yang fantastis yang akan diberikan oleh Allah SWT sebagai hadiah untuk seluruh umat Nabi Muhammad SAW yang menjalankan ibadah puasa Syawal dengan melalui kemuliaan RasulNya.
Baca Juga: Prediksi Puncak Arus Balik Lebaran 2025, Hindari Tanggal Ini Jika Tak Ingin Terjebak di Jalan
2. Adanya teknis pelaksanaan puasa Syawal tersebut dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu puasa yang dikerjakan secara berurutan dan puasa yang dikerjakan secara berselang atau selang seling, puasa Syawal sendiri dapat dikerjakan mulai dari hari kedua setelah Hari Raya Idul Fitri hingga akhir bulan Syawal.
Kedua teknis pelaksanaan menjalankan ibadah puasa Syawal tersebut keduanya memiliki keistimewaan amalan saat bulan Syawal dan sama halnya akan mendapatkan pahala yang berlimpah.
3. Bagaimana jika seseorang memiliki qadha atau hutang puasa Ramadhan?
Jadi jika saat bertemu bulan Syawal dan masih memiliki hutang atau qadha yang sifatnya wajib maka seseorang tersebut harus mendahulukan yang qadha dan kemudian dapat dilanjutkan dengan puasa Syawal jika qadha puasa tersebut telah selesai di bulan Syawal.
Ia juga mengatakan jika Kita meng qadha dan tidak dapat menemukan sisa bulan Syawal maka tanamkan keinginan yang kuat untuk melaksanakan ibadah puasa sunnah Syawal dengan harapan Allah SWT memberikan pahala lebih dahulu dengan niat yang ada sekalipun belum dapat mengerjakannya.
Demikianlah Niat dan Keutamaan Puasa Syawal yang begitu dahsyat pahalanya, semoga bermanfaat.