Khazanah

Lafadz Bacaan Takbiran Hari Raya Idul Fitri Dua Versi Panjang dan Pendek Serta Maknanya

Oleh: Fajar Ari Wibowo Jumat 28 Mar 2025, 15:53 WIB
Ilustrasi takbiran Idul Fitri.

AYOJAKARTA.COM — Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah, gema suara takbiran telah berkumandang di seluruh pelosok negeri.

Takbiran Hari Raya Idul Fitri merupakan wujud syukur dan kemenangan setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa.

Dilansir dari NU Online pada Jumat, 28 Maret 2025, berikut ini lafadz bacaan takbiran ini dilantunkan dalam dua versi, yakni versi panjang dan versi pendek.

Baca Juga: PP Muhammadiyah Tetapkan Idul Fitri 1446 H Jatuh pada 31 Maret 2025, Pemerintah Prediksi Sama

Takbiran Versi Panjang

Versi panjang takbiran banyak dilantunkan secara berjamaah di masjid dan lapangan. Lafadz Arab lengkapnya adalah:

اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، لاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ، اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً، لاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ، لاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ

Transliterasinya: "Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar, lā ilāha illallāhu wallāhu akbar, Allāhu akbar wa lillāhil hamd. Allāhu akbar kabīran wal hamdu lillāhi kathīran wa subḥānallāhi bukratan wa aṣīlā, lā ilāha illallāhu waḥdahū ṣadaqa wa'dahū wa naṣara 'abdahū wa a'azza jundahū wa hazama al-aḥzāb waḥdahū, lā ilāha illallāhu wa lā na'budu illā iyyāhū, mukhliṣīna lahud-dīn, walaw karihala kāfirūn, lā ilāha illallāhu rabbul 'ālamīn, lā ilāha illallāhu wallāhu akbar, Allāhu akbar wa lillāhil hamd."

Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, tiada tuhan selain Allah dan Allah Maha Besar, Allah Maha Besar dan bagi Allah segala puji. Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya, segala puji bagi Allah dengan sebanyak-banyaknya, Maha Suci Allah di waktu pagi dan petang. Tiada tuhan selain Allah Yang Esa, benar janji-Nya, menolong hamba-Nya, memuliakan tentara-Nya, dan menghancurkan musuh-musuh-Nya dengan sendiri-Nya. Tiada tuhan selain Allah dan tidak kami sembah kecuali Dia, dengan memurnikan agama untuk-Nya, meskipun orang-orang kafir membencinya. Tiada tuhan selain Allah, Allah Maha Besar dan bagi Allah segala puji.”

Baca Juga: 7 Amalan Menyambut Hari Raya Idul Fitri 2025, Apa Saja?

Takbiran Versi Pendek

Versi pendek takbiran ini lebih mudah dihafal, bunyinya:

اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، لاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ

Transliterasinya: "Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar, lā ilāha illallāhu wallāhu akbar, Allāhu akbar wa lillāhil hamd."

Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, tiada tuhan selain Allah dan Allah Maha Besar, Allah Maha Besar dan bagi Allah segala puji.”

Baca Juga: Link Download Twibbon Idul Fitri 2025, Buat Ucapan Lebaran Anda Semakin Istimewa!

Makna dan Peran Takbir

Takbir Idul Fitri merupakan sunnah muakkadah yang menandai penutup ibadah puasa dan simbol kemenangan melawan hawa nafsu.

Pengumandangan takbir, baik secara berjamaah maupun individu, tidak hanya mengagungkan Allah SWT tetapi juga mempererat tali persaudaraan di antara umat Islam.

Para ulama menganggapnya sebagai momentum untuk refleksi diri dan peningkatan keimanan.

Takbir yang dilantunkan di masjid, rumah, dan jalanan menyatukan hati umat, mengisi suasana Lebaran dengan semangat syukur dan kebersamaan.

Dengan penghayatan makna takbir, diharapkan perayaan Idul Fitri 1446 Hijriah tidak hanya sekadar tradisi, tetapi juga menjadi sarana spiritual yang memperkuat iman dan ukhuwah di tengah masyarakat.***

Reporter Fajar Ari Wibowo
Editor Tedi Rukmana