Khazanah

Tradisi Unik Menyambut Lebaran dari Berbagai Daerah di Indonesia, Ada yang Bakar Gunung Api?

Oleh: Asti Aureli Septania Jumat 28 Mar 2025, 11:30 WIB
Ilustrasi. Tradisi Unik Menyambut Lebaran

AYOJAKARTA.COM - Tahukah kamu Indonesia merayakan Lebaran dengan beragam tradisi unik yang mencerminkan kekayaan budaya dan nilai-nilai masyarakat setempat.

Lebaran di Indonesia bukan hanya menjadi momen untuk beribadah dan bersilaturahmi, tetapi juga kesempatan untuk merayakan keberagaman budaya yang kaya.

 Dari tradisi memasak daging bersama di Aceh hingga bakar gunung api di Bengkulu, setiap daerah memiliki cara unik untuk menyambut hari kemenangan ini, mencerminkan kearifan lokal dan nilai-nilai kebersamaan.

Berikut adalah beberapa tradisi menarik dari berbagai daerah di Indonesia:

Baca Juga: Kontroversi Program MBG: Pembayaran SPPI dan Kepala SPPG Selama 3 Bulan Masih Belum Cair? Kepala BGN Buka Suara

Tradisi Unik Menyambut Lebaran

- Grebeg Syawal (Yogyakarta)

Dilaksanakan oleh Keraton Yogyakarta, Grebeg Syawal melibatkan pengarakkan gunungan hasil bumi yang kemudian diperebutkan oleh masyarakat.

Tradisi ini simbolisasi sedekah sultan kepada rakyatnya dan diadakan pada tanggal 1 Syawal.

- Meugang (Aceh)

Tradisi ini melibatkan memasak dan makan daging bersama selama tiga hari sebelum Lebaran. Meugang merupakan ungkapan rasa syukur atas rezeki selama Ramadan dan memperkuat kebersamaan dalam komunitas.

Baca Juga: Cair 2025! Ini Info Terbaru Tunjangan Sertifikasi Guru Triwulan 1 dari Admin GTK

- Bakar Gunung Api (Bengkulu)

Pada malam takbiran, masyarakat Serawai di Bengkulu membakar batok kelapa yang ditusuk menyerupai sate.

Ini adalah bentuk syukur kepada Allah dan doa untuk arwah keluarga yang telah meninggal.

- Riyoyo Kupat (Jawa Tengah dan Timur)

Satu minggu setelah Lebaran, masyarakat berkumpul untuk makan kupat bersama di masjid atau mushola. Tradisi ini menciptakan suasana akrab dan semarak di antara warga.

- Tradisi Baraan (Bengkalis, Riau)

Merupakan kegiatan kunjung-mengunjungi antar tetangga selama bulan Syawal, di mana setiap rumah menyajikan hidangan khas untuk tamu. Ini mempererat silaturahmi antar warga.

Baca Juga: Daftar Sebelum 8 April 2025! Google Summer of Code 2025 Buka Kesempatan Magang Online, Persyaratan dan Kriteria Klik di Sini...

- Nyembah Belari (Bintan)

Anak-anak berlari dari rumah ke rumah untuk meminta pernak-pernik dari tuan rumah tanpa masuk ke dalam rumah. Ini adalah cara mereka merayakan Lebaran dengan keceriaan.

Setiap tradisi ini tidak hanya menambah warna perayaan Lebaran tetapi juga memperkuat ikatan sosial dan budaya di masyarakat Indonesia. ***

Reporter Asti Aureli Septania
Editor Desi Kris