Khazanah

Beda Budaya, Beda Sikap! Ini 5 Negara yang 'Cuek' saat Ramadhan

Oleh: Karseno AJ Kamis 20 Mar 2025, 14:39 WIB
Ilustrasi Ramadhan.

AYOJAKARTA.COM – Bagi umat muslim yang bernyali untuk mengimani, bulan Ramadhan merupakan salah satu bulan yang penuh dengan berkah dan keberlimpahan.

Selain karena merupakan momentum terbaik untuk melakukan purifikasi secara pribadi, bulan Ramadhan juga dijanjikan Allah SWT sebagai sarana dalam mencapai derajat taqwa.

Karena dipercaya dapat menjadi bulan pencerahan iman kepada Tuhan sekaligus apek keseimbangan nilai-nilai kemanusiaan, kehadiran bulan Ramadhan kerap dinantikan.

Meski diketahui memiliki berbagai bentuk dan corak kelebihan kebaikan dibandingkan dengan bulan lainnya, tidak setiap negara di dunia menyambutnya.

Akibat berbagai macam permasalahan yang timbul baik karena persoalan politik hingga kosmik, sejumlah negara justru menyambut hadirnya Ramadhan tanpa muatan perasaan.

Untuk menambah khasanah pengetahuan, berikut adalah daftar negara yang menyikapi kedatangan bulan Ramadhan tanpa geliat kebahagiaan.

Baca Juga: Dari Tiongkok hingga India, Ini Daftar Negara yang Pernah Melarang Umat Muslim Puasa Ramadhan

5 Negara yang 'Cuek' saat Ramadhan

Tercatat masih berada dibawah kekuasaan Inggris Raya, penduduk Kepulauan Falkland yang berada di ujung bagian Selatan Argentina tercatat nir ekspresi saat Ramadhan tiba.

Penyebab negara Kepulauan Falkland tidak bahagia menyambut Ramadhan adalah karena 9 umat muslim asal Arab yang menetap pada 2006, sudah pindah.

Negara selanjutnya yang tidak bahagia menyambut kedatangan puasa Ramadhan adalah Greenland atau negara di bagian paling utara planet Bumi.

Memiliki wilayah sangat luas dengan jumlah penduduk sedikit, satu-satunya penganut Islam asal Lebanon yang sempat menetap di Greenland pada tahun 2013 sudah pergi.

Selain karena keperluan yang bersifat pribadi, penyebab Greenland minim populasi adalah karena sangat terpengaruh oleh fenomena waktu rotasi bumi dan matahari.

Jika akan berpuasa di Greenland, seorang muslim harus menahan diri dari perkara pembatal puasa selama rentang waktu 21 jam setiap hari.

Wilayah lain di planet bumi yang tidak terlalu antusias dalam menyambut bulan Ramadhan adalah Kepulauan Pitcairn.

Terletak di ujung timur Samudera Pasifik dan masih berada dibawah hegemoni Inggris, jumlah penduduk yang hanya berjumlah 54 tidak satupun tercatat sebagai muslim.

Karena merupakan wilayah khusus bagi umat Katolik, negara selanjutnya yang juga tidak menjalankan ibadah puasa Ramadhan adalah Vatikan.

Tercatat memiliki populasi sebanyak 801 jiwa pada tahun 2020, penduduk Vatikan hanya berisi pengabdi Tuhan dari mulai Biarawan, Imam hingga Paus.

Meski tidak memiliki umat muslim, Vatikan juga dikenal sebagai salah satu wilayah di bumi yang mengkampanyekan pentingnya toleransi antar umat beragama.

Salah satu bukti kuatnya nilai toleransi di Vatikan adalah pembangunan dan penggunaan Masjid oleh pemerintah Italia di Pusat Katolik dunia.

Negara yang juga tidak bahagia menyambut Ramadhan adalah Sealand, karena tidak memiliki daratan serta penduduk beragama Islam.***

Reporter Karseno AJ
Editor Tedi Rukmana