AYOJAKARTA.COM – Karena menyimpan berbagai macam kelebihan, bagi setiap umat muslim di seluruh penjuru dunia Ramadhan menjadi bulan paling dirindukan.
Selain dianggap sebagai gerbang pembuka keberkahan dan kesempatan yang penuh keberkelimpahan, bulan Ramadhan juga identik dan sarat dengan makna pengampunan.
Karena menawarkan berbagai jenis peluang kebaikan kualitas hidup baik untuk perkara akhirat dan dunia, bulan Ramadhan selalu menawarkan keindahan dan kemesraan.
Salah satu bentuk dialektika kemesraan Tuhan dengan hamba yang jarang disadari saat berpuasa di bulan Ramadhan adalah tidur bisa bernilai sebagai ibadah.
Menghindari memandang, berucap atau melakukan perkara makruhd emi menjaga kualitas puasa sepanjang hari, menjadikan derajat keimanan hamba saat puasa ikut diuji.
Meski demikian tidak setiap negara di dunia memiliki pandangan atau perspektif yang serupa dengan kaum muslim tentang keutamaan bulan Ramadhan.
Akibat trauma menghadapi perbedaan, kondisi politik atau karena pemahaman keliru tentang Islam, sejumlah negara bahkan melarang rakyatnya berpuasa di bulan Ramadhan.
Berbeda dengan Indonesia yang pernah menjadikan bulan Ramadhan sebagai alasan melakukan aksi penutupan warung makan, di negara lain berlaku sebaliknya.
Untuk memastikan peraturan negara tentang larangan berpuasa Ramadhan berjalan, umat muslim di sejumlah negara bahkan menjadi sasaran pemeriksaan.
Jika kedapatan ada warga negara yang melanggar peraturan atau nekat berpuasa di bulan Ramadhan, dapat dipastikan nasib kurang enak akan dialami sebagai dampak.
Untuk menjadi ibrah dan memetik hikmah atas peristiwa sejarah di masa lalu, berikut adalah daftar negara yang Pernah melarang umat muslim melakukan puasa Ramadhan.
Baca Juga: Jadwal Buka Puasa Hari Ini 19 Ramadan 1446 H di Wilayah Kota Jakarta dan Kepulauan Seribu
Daftar Negara yang Pernah Melarang Umat Muslim Puasa Ramadhan
Negara pertama yang sempat melarang umat muslim khususnya dari masyarakat Uighur menjalankan puasa Ramadhan adalah Tiongkok.
Karena alasan tertentu, kaum Uighur oleh negara dianggap bukan bagian dari masyarakat muslim Tiongkok yang jumlahnya sekitar 20 juta sehingga perlu dilarang berpuasa.
Negara kedua yang sempat melarang puasa Ramadhan dan berbagai ajaran mengenai Islam atau phobia, adalah Inggris.
Selain melarang berbagai jenis kampanye dan ajaran tentang Islam, siswa beragama Islam juga kerap mendapat perhatian khusus.
Negara ketiga yang melarang salah satu etnis muslim untuk berpuasa di bulan Ramadhan adalah Myanmar terhadap kaum Rohingya.
Adapun negara terakhir yang disebut-sebut sangat minim toleransi sehingga banyak memberi ujian bagi umat muslim saat puasa Ramadhan adalah India.
Kasus pemaksaan untuk memakan roti terhadap seorang pekerja yang sedang berpuasa oleh anggota parlemen, sempat membuat dunia Islam mengangkat tangan dan berdoa.
Akibat menunjukan sikap sabar dari tekanan, populasi penganut Islam di negara yang ketat dengan peraturan soal puasa Ramadhan justru mengalami peningkatan.***