AYOJAKARTA.COM - Lailatul Qadar merupakan malam yang sangat istimewa dalam bulan Ramadhan.
Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur'an bahwa beribadah pada malam tersebut lebih baik daripada beribadah selama seribu bulan.
Sebagai rahmat dari Allah SWT kepada umat Nabi Muhammad SAW, meskipun tidak memiliki umur panjang seperti umat-umat terdahulu yang bisa mencapai ratusan hingga ribuan tahun, umat ini diberikan kesempatan untuk meraih pahala berlipat ganda melalui Lailatul Qadar.
Baca Juga: Tidak Harus di Masjid, Menyambut Lailatul Qadar di Rumah Bersama Keluarga, Begini Penjelasan Buya Yahya
Para ulama telah bersepakat bahwa Lailatul Qadar berada di bulan Ramadhan, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur'an "Inna anzalnahu fi lailatul qadar" (Sesungguhnya Kami menurunkan Al-Qur'an pada malam Lailatul Qadar).
Meskipun terdapat perbedaan pendapat tentang kapan tepatnya malam tersebut, mayoritas ulama meyakini bahwa Lailatul Qadar terjadi pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan.
Khususnya pada malam-malam ganjil, dengan Imam Syafi'i cenderung berpendapat bahwa malam tersebut jatuh pada malam ke-21.
Buya Yahya dalam penjelasannya menekankan, "Jika Anda ingin menghidupkan bulan Ramadhan maka bergegaslah untuk mewarna-warni dengan kebaikan yang kita lakukan."
Beliau juga menjelaskan bahwa Allah SWT sengaja menyembunyikan kapan tepatnya Lailatul Qadar agar umat Islam berlomba-lomba mencarinya sepanjang bulan Ramadhan.
Baca Juga: Pelaku UMKM Akui Pelatihan Digitalisasi dan Business Matching dari BRI Berperan Vital Mendongkrak Pemasaran
"Disembunyikan karena disembunyikan, maka mari kita cari di semua tempat persembunyiannya, dan tempat tersembunyi hanya dibatasi di bulan Ramadhan," ujar Buya Yahya.
Beliau menyarankan agar kita menjadi orang yang beruntung dengan menghidupkan seluruh malam Ramadhan dari awal hingga akhir, bukan hanya memilih tanggal-tanggal tertentu saja.
Sebagaimana dijelaskan oleh Buya Yahya, "Nabi Muhammad SAW sendiri menghidupkan malam-malam di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan dengan beri'tikaf, bahkan beliau mengajak istri-istrinya untuk melakukan hal yang sama."
Tentang i'tikaf, meskipun terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama, menurut mazhab Syafi'i, i'tikaf boleh dilakukan meskipun hanya sebentar.
Dalam menghidupkan malam Ramadhan untuk mendapatkan keberkahan Lailatul Qadar, Buya Yahya menganjurkan untuk melakukan berbagai ibadah, tidak hanya terfokus pada satu jenis ibadah saja.
Baca Juga: Fitur Baru WhatsApp untuk Simpan Status, Begini Caranya
"Semua kebaikan ini ada rahasianya. Jangan hanya melakukan salat saja, ada bacaan Al-Qur'an. Jangan hanya baca Al-Qur'an saja, anda berderma. Coba kita sekitarkan, ambil semuanya biar kita mendapatkan kemuliaan," tegas Buya Yahya.
Beliau juga menyarankan untuk membaca doa yang diajarkan Rasulullah SAW kepada Sayyidah Aisyah ketika mencari Lailatul Qadar:
"Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni" (Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan Engkau mencintai maaf, maka maafkanlah aku).
Selain meningkatkan ibadah, Buya Yahya juga mengingatkan pentingnya mengurangi kemaksiatan, termasuk menghindari tontonan yang tidak bermanfaat.
"Kurangi nonton televisi, YouTube. Bagusnya hanya menonton yang baik, terhormat, penuh berkah dan ada pahalanya, menjauhkan dari dosa, mendekatkan kepada Allah. Itu yang kita lakukan di bulan Ramadhan untuk mendapatkan Lailatul Qadar," pungkas Buya Yahya.***