AYOJAKARTA.COM -- Salah satu bagian menyedihkan namun juga membahagiakan setiap kali mendekati akhir puasa Ramadhan adalah datangnya hari kemenangan atau Idul Fitri.
Memasuki sepuluh hari terakhir waktu pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan, suasana persiapan menyambut Idul Fitri telah terlihat di sejumlah tempat.
Selain hiasan atau ornamen bernuansa Idul Fitri, menjelang penghujung bulan Ramadhan juga diselimuti dengan menggeliatnya fenomena mudik dan kenaikan harga kebutuhan.
Meski masih tersisa belasan hari kedepan, suasana persiapan menyambut hari kemenangan serta berbagai tradisi Idul Fitri sudah semakin akrab tertangkap penglihatan.
Uniknya, berbagai jenis tradisi menyambut datangnya hari raya Idul Fitri atau Lebaran bukan saja terjadi di Indonesia tetapi juga di seluruh penjuru dunia.
Jika di Indonesia selalu diisi dengan tradisi pulang kampung atau mudik dan sungkeman, serta berbagi uang lebaran, hal berbeda terjadi di sejumlah negara.
Guna memperkaya khasanah dan merekatkan nilai ukhuwah Islamiyah, berikut adalah jenis tradisi unik masyarakat muslim dari berbagai negara saat Idul Fitri tiba.
Ramazan Bayrami atau Festival Ramadhan Manis merupakan istilah yang biasa dipergunakan oleh umat muslim di Turki saat hari kemenangan tiba.
Saat Ramazan Bayrami tiba, anak-anak akan mendatangi rumah tetangga untuk mencium tangan dan mendapat aneka coklat atau makanan manis seperti Lokum atau Baklava.
Sementara bagi masyarakat muslim di India, Pakistan dan Bangladesh, momen lebaran kerap diisi dengn melakukan tradisi Chandra.
Chandra merupakan kegiatan atau aktivitas melukis bagian tangan atau kaki dengan menggunakan Henna.
Selain melukis bagian kaki dan tangan, masyarakat muslim di ketiga negara tersebut juga menikmati Si Wayan atau Bihun Manis sebagaimana Opor di Indonesia.
Sedangkan bagi umat muslim di Afghanistan, tradisi menyambut Idul Fitri kerap diisi dengan menggelar acara Tokhm Jangi atau adu telur rebus setelah sholat Id selesai digelar.
Sementara umat muslim di Mesir akan mengisi momen Idul Fitri dengan menggelar acara Ranja atau makan bersama dengan menu ikan asin serta acar setelah sholat Ied.
Baca Juga: 3 Tempat Liburan di Jakarta Buat yang Tidak Mudik Lebaran 2025: Nomor 1 Suasananya Bali Banget
Bagi masyarakat muslim Tiongkok, perayaan Idul Fitri kerap diisi dengan menziarahi makam Sayid Ajall Shams al Din Omar yang merupakan salah satu penyebar Islam periode awal.
Tradisi unik menyambut akhir Ramadhan oleh umat muslim Tunisia dirayakan dengan menggelar acara tarian serta menyantap Baklava yang merupakan menu khas Idul Fitri.
Sementara bagi kaum muslim di Suriname yang banyak didominasi oleh masyarakat Jawa, tradisi Lebaran tidak berbeda dengan Indonesia.***